WAITING IN STYLE

Mengejar jadwal penerbangan di bandara seringkali meresahkan sekaligus membosankan. Namun tiga lounge di bandara internasional berikut membuktikan bahwa menunggu pun dapat dilakukan dengan nyaman dan stylish.

QATAR AIRWAYS PREMIUM LOUNGE - HEATHROW AIRPORT, LONDON

Qatar Airways tahun 2012 kemarin membuka Premium Lounge mereka di terminal 4 bandara Heathrow London. Lounge khusus untuk penumpang kelas bisnis dan utama ini merupakan yang pertama dibangun maskapai ini di luar kota Doha. Tidak ada waktu yang lebih tepat untuk membuka lounge baru di London daripada tahun ini yang bersamaan dengan Olimpiade.

Lounge seluas 750 m2 ini sengaja dirancang agar lebih menyerupai private member club atau hotel butik mewah yang terinspirasi dari arsitektur Museum of Islamic Art di Doha. Penumpang akan tiba di area lounge utama bernama Palm Court yang bernuansa warna hitam, putih dan gading, lengkap dengan air mancur khas Arab. Host yang menyambut kemudian akan mencatat semua permintaan penumpang dengan iPad mereka.

Pengunjung dapat menikmati artifak berharga, ukiran mozaic yang luar biasa indah dan beragam karya seni yang tersebar di lounge. Detil-detil kecil di lounge ini menjadikannya lebih personal daripada yang lain. Ingin menyegarkan diri? Kamar mandi pribadi dengan lantai yang dihangatkan, handuk tebal dan toiletries kelas atas siap menyambut Anda. Termasuk free Wi-Fi, sambungan listrik di setiap tiap kursi, dan business center yang menyediakan PC dan printer. Belum lagi aroma pohon zaitun asli yang ada di brasserie, delicatessen, dan signature martini bar, membuat pengunjung yang sedang menikmati hidangan menjadi lebih rileks. Hotel bintang lima? Lebih menyerupai hotel bintang tujuh bagi kami.Tiket masuk: Penumpang business & first class Qatar Airways (www.qatarairways.com) dapat menggunakan fasilitas loungesecara cuma-cuma.

HYUNDAICARD AIR LOUNGE - INCHEON AIRPORT, SEOUL

Bandara Incheon di pinggiran Seoul seringkali mendapatkan predikat bandara terbaik di seluruh dunia. Hyundai Card Air Lounge di Passenger Terminal 2F menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para penumpang transit di Incheon yang mengutamakan gaya hidup dalam perjalanan mereka. Suasana futuristik hasil rancangan badan desain dari Amerika, Gensler, yang menggunakan dominasi warna putih dan hitam langsung menarik perhatian pengunjung. Penggunaan dinding granit, kayu yang dipernis mengilap dan kursi-kursi rancangan Eero Aarnio di ruangan seluas 250m2 ini benar-benar memberi kesan mewah. Bukan itu saja, Gensler merancang konsep ruangan yang menyediakan informasi, hiburan dan pernak-pernik yang dibutuhkan untuk menciptakan pengalaman travel tiada duanya.

Dengan konsep gabungan lounge, toko dan museum, Hyundai Card Air Lounge melebihi fungsi asalnya sebagai ruang tunggu. Penumpang dapat melakukan banyak kegiatan di lounge yang mendapatkan American Institute of Architects National Awards ini sesuai kebutuhan, keinginan dan jadwal terbang mereka. Fitur-fitur unik lainnya termasuk custom vending machine untuk keperluan travel, koleksi art movies dari Hiraki Sawa, serta sistem pelacakan jadwal terbang pribadi. Masa depan telah hadir di sini. Tiket masuk: Penumpang umum harus membayar KRW10,000 sebagai tanda masuk ke Hyundai Card Air Lounge (design.hyundaicapital.com).

 

[email protected] LOUNGE -HELSINKI AIRPORT

Pelancong mana yang tidak mendambakan suasana seperti rumah yang nyaman di tempat ia berlibur? Itulah yang berusaha ditawarkan oleh [email protected] Lounge di terminal 2 bandara Helsinki. Desain interior lounge dibuat seperti rumah sebenarnya, komplit dengan dapur, ruang makan, dan ruang tamu, sampai area khusus anak-anak. Apalagi furniturnya menggunakan desain khas Finlandia buatan Artek yang ramah lingkungan. Nikmati hidangan yang disediakan di open kitchen, atau temani anak-anak Anda di area bermain yang menyediakan boneka sampai PlayStation sambil lesehan dengan bean bag di lantai kayu yang hangat. Jika tidak menggunakan komputer untuk mengirim email, bersantailah dengan buku atau majalah terbaru di sofa empuk dilengkapi pinjaman kaos kaki wool dari meja resepsionis.

Untuk memperkuat kesan rumahan, interior dipenuhi oleh karya seni, kerajinan tangan, sampai homeware buatan desainer asal Finlandia. Saking beragamnya, lounge ini juga tampakseperti galeri seni pribadi yang chic. Serunya lagi,barang-barang ini bisa dibeli penumpang sebagai cinderamata. Rumah Finlandia yang bisa dibawa pulang? We’re so buying it! Tiket masuk: [email protected] (www.helsinki-vantaa.fi) terbuka bagi semua penumpang dengan fee sebesar 45 euro selama tiga jam di dalam lounge. (Kenny Santana)



Artikel ini pernah dimuat di Harper's Bazaar Indonesia.

TOPICS:

Comments (0)

There are currently no comments

Send Your Comment

required

required (not published)

optional