MENCEGAH BAHAYA WISATA KULINER

Gue itu tipe traveler yang senang banget makan saat traveling, baik itu makanan jalanan, di kafe-kafe sampai resto berbintang Michelin, gue sambangi untuk mencobai kuliner khas destinasi yang gue kunjungi.

Tapi gue baru tahu belakangan ini kalau ternyata ada resiko yang cukup besar dengan mengkonsumsi makanan dari sumber yang tidak kita kenal benar. Resiko Demam Tifoid alias Tipus dan Hepatitis A mengintai kita setiap saat. Menurut riset dalam sehari, seorang traveler berisiko 19 kali tertular penyakit. Bahkan mengonsumsi makanan yang terlihat bersih sekalipun, tidak berarti terhindar dari risiko tertular penyakit.

Hepatitis A dan demam Tifoid alias Tipus merupakan penyakit yang ditularkan melalui makanan dan minuman dan bisa terjadi kapan saja. Penularannya dapat terjadi akibat menkonsumsi makan kuliner khas daerah, minuman lokal, membersihkan gigi, mencampur es ke dalam minuman, sampai pada saat menggunakan toilet umum. Hal-hal yang kelihatannya remeh dan kita jalani tiap hari bukannya?

Jika kita tertular atau terserang virus Hepatitis A, maka kita berpotensi untuk menderita penyakit Infeksi pada hati. Begitupun pada saat terserang bakteri tifoid, maka berpotensi untuk terkena demam Tifoid, penyakit pada saluran cerna yang disebabkan oleh bakteri “Salmonella Typhi”. Jika tidak ditangani dengan benar, demam Tifoid bisa menjadi fatal dan berpotensi menyebabkan kanker kandung empedu ataupun pembawa kronis.

Untuk melindungi diri, kita perlu menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan rutin, hindari kebiasaan jajan makanan sembarangan, dan merebus air hingga mendidih. Tapi cara-cara ini bukanlah yang paling optimal untuk mencegah kita terpapar virus Hepatitis A dan Tifoid. Cara terbaik adalah dengan mendapatkan vaksin Hepatitis A dan demam Tifoid agar tubuh memproduksi zat kekebalan (berupa antibodi) terhadap penyakit. 

Vaksinasi Hepatitis A diberikan untuk anak usia 2 tahun keatas sebanyak dua kali dan dosis
kedua diberikan dengan interval 6 hingga 12 bulan setelah dosis pertama dan dapat memberikan kekebalan jangka panjang bagi yang sudah divaksinasi. Sedangkan satu kali pemberian vaksinasi demam Tifoid akan memberikan kekebalan setidaknya selama
2 tahun.

Kalau sudah melakukan 2 vaksinasi ini sebagai seorang traveler yang sering coba-coba makanan ini itu selama jalan-jalan tidak perlu resah lagi dan takut akan terpapar Hepatitis A atau demam Tifoid selagi berkulineran di luar kota ataupun manca negara. Dan kalau kamu butuh acuan lebih lagi mengenai pentingnya vaksin ini langsung klik link berikut untuk melihat informasi lebih lanjut dari akun Instagram @kenapaharusvaksin.
TOPICS:

Comments (0)

Ibadah Mimpi 3 weeks, 3 days ago

Wahh ternyata harus hati-hati juga ya mas buat wisata kuliner agar tidak sakit.

Reply

Send Your Comment

required

required (not published)

optional