TOKYO OH SO CHEAP

Banyak yang bilang berwisata ke Jepang itu mahal. Tapi saat saya terbang ke Tokyo dan menemukan kalau kota ini memiliki seabrek lokasi wisata, tempat belanja dan akomodasi yang bersahabat dengan kantong.

 

Going Places

Begitu banyak tujuan wisata di Jepang yang disediakan gratis untuk pengunjung dan kalaupun bayar, biaya masuknya masih terhitung terjangkau. Di Tokyo, salah satu lokasi wisata paling terkenal dan dapat dikunjungi secara cuma-cuma adalah Meiji Jingu, wihara Shinto indah yang pantang absen dari itinerary perjalanan.

Meiji Jingu dibangun pada tahun 1920 sebagai penghormatan ke raja Meiji dan ratu Shoken.  Disini pengunjung akan melalui hutan mini untuk masuk ke dalam wihara utama dan dapat mengikuti prosesi membersihkan diri sebelum mengagumi keindahan bangunan.

Di lokasi yang sama, pengunjung juga dapat menuliskan doa dan harapan di sebilah kayu seharga 500 yen (sekitar Rp.50.000) sebagai donasi untuk kemudian digantung di papan  milik wihara. Semoga saja doa bisa menjadi kenyataan. 

Kalau datang ke Meiji Jingu pada hari Sabtu atau Minggu, kadang kali terdapat prosesi pernikahan tradisional Jepang dengan kostum aslinya yang menarik untuk diamati. Siapkan kamera untuk mendapatkan kenang-kenangan yang tak ada duanya.

Jika berkunjung pada hari Minggu, dari Meiji Jingu beralihlah ke Harajuku dimana “kegilaan” kaum muda Jepang dipamerkan di depan umum. Di sepanjang jalan  Takeshita Dori yang penuh dengan lautan manusia terdapat toko-toko funky dan café-café kecil untuk beristirahat. Tanpa bayar apapun, hanya dengan toleh kanan-kiri, turis dapat merasakan suasana kemeriahan Tokyo dengan ribuan kaum-kaum muda yang ekspresif mengenakan kostum-kostum nyeleneh. Out of this world!

Jangan sampai melewatkan atraksi menarik kota Tokyo di Tsukiji Market, dimana dilakukan lelang ikan tuna diantara nelayan dan penjual ikan. Kehebohan aksi lelang telah menjadi tujuan wisata tersendiri buat para wisatawan sampai keberadaan mereka dianggap ‘mengganggu’ jalannya lelang. Karena hal ini, sekarang terdapat lokasi tersendiri yang disediakan buat turis untuk menyaksikan lelang dalam waktu yang ditentukan.

Datanglah pada jam 5.00 pagi, karena setelah pukul 6.15 wisatawan akan diusir dari lokasi lelang. Setelah pelelangan  selesai banyak yang langsung memburu sushi segar di kios-kios pasar. Pagi di Tokyo tidak ada yang lebih otentik dari ini.

Untuk menyaksikan pertunjukan asli Jepang seperti Sumo dan Kabuki, wisatawan juga tidak perlu mengeluarkan uang banyak. Belilah tiket Sumo kategori general admission seharga 2000 yen (sekitar Rp. 200.000) yang bisa digunakan untuk menonton pertunjukan sumo seharian penuh. Untuk membeli tiket ini, pengunjung harus datang pagi hari pada pukul 8 pagi untuk mendapatkan tiket pada hari itu saja. Tempat duduk diberikan memang yang paling jauh dari arena tanding, tapi jaraknya masih cukup reasonable untuk dapat menonton dengan jelas.

Selain Sumo, sempatkan pula untuk menonton Kabuki satu babak yang dibandrol mulai dari 700 yen (sekitar Rp.70.000) untuk pertunjukan selama kurang lebih satu jam. Sewalah audio guide berbahasa Inggris seharga 450 yen untuk mendapatkan penjelasan mengenai pertunjukan di panggung, dan siap-siaplah terpana menyaksikan keindahan pentas Kabuki asli.

Salah satu lagi atraksi gratisan yang menjadi favorit pecinta film adalah menyebrangi persimpangan Shibuya, yang pernah ditampilkan di film Lost in Translation. Beratus-ratus orang bersiap-siap untuk melintasi persimpangan menjadi pengalaman Jepang yang tidak mudah terlupakan. Pergilah ke Starbucks yang berada di lantai 2, dan belilah sebuah minuman (sekitar 400 yen) dan duduklah di belakang jendela untuk melihat keajaiban persimpangan Shibuya.

Smart Shopping

Banyak yang mengira tidak mungkin untuk belanja di Tokyo, tapi kenyataan berkata lain. Saya bisa membawa pulang belanjaan untuk diri sendiri dan oleh-oleh. Salah satu toko favorit saya adalah Muji yang koleksinya jauh lebih banyak daripada cabang Jakarta.

Coba saja ke outlet Muji to Go yang biasanya ada di airport atau stasiun kereta dengan barang dagangan sesuai bagi yang hobby traveling. Mulai dari tas toiletries sampai dompet paspor semua bisa jadi koleksi pribadi atau oleh-oleh dengan harga bersahabat.

Selain Muji to Go, buat pecinta T-shirt mampirlah ke UT alias Uniqlo T-Shirt di kawasan Harajuku, yang menjual T-shirt dengan desain yang catchy hasil karya banyak seniman. T-shirt sale dijual dengan harga 990 yen, sedangkan harga normal sekitar 2000 yen. Tidak mahal kan? Oh ya, banyak juga pilihin jeans disini dengan harga dibawah Rp. 500.000 sama seperti harga butik-butik casual di Jakarta. Jangan lupa juga untuk mengunjungi GU, 2nd line dari Uniqlo yang tokonya tersebar di mana-mana.

Di daerah Akihabara yang merupakan pusat elektronik, banyak terdapat toko elektronik dengan harga bersaing. Coba cek harga kamera berteknologi Jepang yang sudah lama diincar. Tapi pastikan dulu kalau terdapat garansi internasional dan ada menu berbahasa Inggris. Disini banyak staff toko yang bisa berbahasa Inggris dan sering melayani wisatawan, jadi jangan takut untuk bertanya-tanya mengenai produknya.

Masih di daerah yang sama, terdapat dua toko duty free terkenal AKKY dan LAOX yang sepanjang tahun menjual barang obralan, mulai dari barang elektronik sampai jam tangan. Saya tergoda untuk membeli jam tangan Seiko seharga Rp. 800.000-an dan jam SWATCH yang disale sampai jadi cuma Rp. 200.000 saja. Benar-benar surga belanja!

 

Cheap Eats

Tokyo penuh dengan santapan murah di sepanjang jalan. Pilihan paling aman menu hemat adalah beef bowl atau ramen. Dengan mengeluarkan uang mulai dari Rp. 50.000 saja, kita sudah dapat menikmati hidangan beef bowl beraneka ragam dari macam-macam rumah makan seperti Yoshinoya.

Sebagai catatan, banyak restoran cepat saji yang tidak memiliki kasir, jadi pengunjung akan menghadapi mesin seperti vending machine dengan gambar-gambar menu yang tersedia. Masukkan uang minimal sesuai harga menu yang kita mau, pilih gambarnya, dan akan keluar kupon. Kupon ini harus kita serahkan ke pelayan atau koki, dan 5 menit kemudian, santapan hangat akan hadir di depan mata! Yum.

Jangan lupa untuk mampir ke lantai basement banyak department store dimana terdapat foodcourt untuk menikmati kegilaan bangsa Jepang terhadap makanan. Disini pecinta makanan akan mendapatkan surganya dengan berbagai pilihan makanan terutama pencuci mulut yang disusun di display kaca dengan dummy dari plastik untuk mengundang hasrat pembeli. Comotlah yang paling menarik perhatian, atau yang paling banyak mendapat antrian, Anda dijamin tidak akan kecewa.

Saya sendiri paling menyukai cemilan Tokyo Banana yakni kue bolu lembut berbentuk pisang dengan fla rasa (tentu saja!) pisang didalamnya. Hmm! Bawalah pulang satu (atau beberapa) kotak untuk oleh-oleh di kantor nanti. Dibandingkan dengan harga beef bowl atau ramen yang murah tadi, harga penganan di department store memang lebih mahal, tapi tidak ada salahnya memanjakan diri setelah hemat berhari-hari.

Budget Stays

Tempat menginap seringkali menjadi masalah paling besar untuk tinggal di Tokyo karena biaya yang cukup besar dibanding aspek lainnya. Tapi selalu ada jalan untuk mencari penginapan dengan harga masuk akal.

Bagi yang berlibur sendiri atau berdua, Capsule Hotels bisa menjadi pilihan. Dari namanya saja bisa ditebak kalau ini adalah hotel yang berbeda. Bentuknya memang seperti kapsul yang sangat kecil cukup untuk satu orang khusus untuk tidur saja. Tapi di beberapa capsule hotel, tersedia juga fasilitas TV dan wifi di dalam kamar. Tentu saja di patut dicatat kalau di capsule hotel kamar mandi harus sharing dengan tamu lain. Harga perkamar untuk 1 orang permalam sekitar 2000-4000 yen. 

Jika ingin menginap di hotel yang biasa, Citadines Shinjuku (www.citadines.com) adalah apartment hotel yang menyediakan tempat tinggal terbaik dengan harga terjangkau. Disini tiap kamar memilih kitchenette sehingga wisatawan dapat menghemat untuk makan keluar dan membuat penganan untuk dirinya sendiri. Pada saat ini misalnya, apartment hotel milik grup Ascott ini mempunyai paket untuk 7 hari 6 malam seharga 56.700 yen termasuk free internet dan free gym use. Sangat murah untuk ukuran kota semahal Tokyo!

 

Getting There

Terbanglah ke Jepang dengan budget air macam Cebu Pacific Air (www.cebupacificair.com) atau AirAsia (www.airasia.com) yang pada saat promo dapat menawarkan tiket ke Jepang dari Jakarta mulai Rp. 3 jutaan saja untuk penerbangan pulang pergi.

Setelah mengunjungi Osaka dan Kyoto, berangkatlah ke Tokyo dengan kereta super cepat Shinkansen. Belilah JR Rail Pass dari Jalan Tour Jakarta (www.jalan-tour.com) dengan harga lebih murah untuk perjalanan dengan Shinkansen yang dapat digunakan pula untuk subway JR di dalam kota Tokyo. (Kenny Santana)

Artikel ini pernah dimuat di Marie Claire Indonesia.

TOPICS:

Comments (0)

Qorihani 5 years, 2 months ago

Semakin ingin ke Jepang. Ikutan ya kalo ada tepinya. Thanks!

Reply

Wida 5 years, 1 month ago

Kalau ada yang ke |Jepang, ikutan bareng dong. pasti seru kalau rame2... aku ada 4 teman yang juga pengen pergi ke Jepang lagi. Kabar2 yaaa

Reply

anggrawulan 4 years, 11 months ago

Kpn mau bikin trip bareng ke Jepang??? Sy gabung dongg... kami ada 10 org yg ingiiiiinnnn bgt ke Jepang with low budget. Please kabarin & invite us...
Kami nemu website ini hasil nonton Ultimate-U di kompas tv 23 Agustus..
Thanks yaaa

Reply

AYOE 4 years, 3 months ago

Ditunggu kabar tour jepannya ya.. kami ber4 sangat ingin ksana. Terimakasih :)

Reply

barangpromosi 3 years, 5 months ago

Kunjungi website kami yaa http://www.fastestfourier.com/index.php?title=Barang_promosi385 Terimakasih

Reply

Send Your Comment

required

required (not published)

optional