TO GADGET OR NOT TO GADGET

Setiap liburan, salah satu yang tidak boleh terlupa adalah bawa gadget. Bagi banyak orang kamera bukan lagi gadget nomor satu sekarang, tapi smart phone yang langsung bisa mengunggah foto liburan ke social media menjadi primadona yang tidak boleh lepas saat jalan-jalan. Bukan itu saja, dengan banyaknya apps yang berguna serta rekomendasi yang bisa kita browse setiap saat, smart phone menjadi teman baik di saat liburan.

Tapi seringkali karena sibuk dengan telepon di genggaman tangan, baik itu mencari lokasi restoran paling trendy sekarang ini atau mengedit foto belasan menit lamanya sebelum diunggah ke setidaknya Facebook, Twitter, Instagram atau Path, jangan-jangan waktu liburan yang sesungguhnya malah berkurang? Kebiasaan menunduk terus melihat layar telepon menjadi kebiasaan yang lazim padahal di depan mata banyak pemandangan yang harusnya lebih menarik. Foto di tiap sudut dengan segala pose menjadi kewajiban padahal ingatan kepala mungkin lebih tak lekang oleh waktu.

Saya pernah baca sebuah quote dari teman “Momen sunset terbaik adalah ketika semua kamera dan hape habis batere.” Coba deh dipikir-pikir. Bener banget kan kutipan itu. Sering kali kita begitu sibuk dengan kamera dan telpon sampai yang ada di depan mata tidak diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Atau berlibur dengan keluarga tapi banyak waktu terbuang karena kelamaan mencari angle foto, mengeditnya, mencari caption, dan mengunggah ke social media. Sebaliknya kalau batere gadget sedang habis, kita malahan lebih memperhatikan keadaan sekitar.  Waktu bulan kemarin di Ora Beach Resort misalnya saya dan teman-teman menikmati dini hari yang gelap penuh dengan bintang jatuh di sekitar resort tanpa bisa difoto karena sangat gelap. Dan biarpun tanpa foto, pengalaman itu merupakan salah satu highlight perjalanan ke Maluku kemarin.

Memang nggak ada salahnya kok pakai gadget di saat liburan, tapi tidak perlu segala sesuatu bergantung dengannya. Coba dongakkan kepala dan lihat kecantikan sekitar tanpa harus sibuk dengan telpon, atau cari tempat-tempat seru sendiri tanpa harus bergantung ulasan orang lain dari beragam apps. Kenangannya mungkin bertahan lebih lama dari umur postingan di social media. (Kenny Santana)

Artikel ini pernah dimuat Herworld Indonesia.

TOPICS:

Comments (0)

There are currently no comments

Send Your Comment

required

required (not published)

optional