(TIDAK) PENTINGNYA ITINERARY LIBURAN

Setiap mau liburan, banyak orang yang dipusingkan dengan itinerary liburan. Nanti di kota tujuan mau ngapain? Makan di tempat paling hip, atraksi wisata paling indah, hang out di mana dan lain sebagainya. Tapi pernah gak kalian berangkat liburan tanpa itinerary dan menikmati apa yang ada dengan spontan. Kenikmatannya beda loh! Waktu summer trip kemarin, saya sering kali melakukan hal itu. Mungkin karena waktu traveling yang cukup lama yakni sebulan lebih, saya menjadi lebih rileks dan go with the flow. Tidak ada persiapan itinerary rinci mau apa jam berapa di hari apa. Semua tergantung mood hari itu.

Saya bangun sebangunnya, tidak memaksakan diri harus bangun sepagi mungkin, terus mencari majalah lokal terbitan terbaru untuk melihat event atau tempat-tempat layak kunjung dan selanjutnya saya berjalan sesuai keinginan hati. Biasanya karena saya tinggal dengan host Airbnb saya juga menggunakan rekomendasi mereka. Alhasil saya jadi lebih menikmati liburan tanpa harus huru hara mengejar check list tempat-tempat wisata. Kenikmatan traveling tanpa itinerary ini adalah kejutan-kejutan yang kita temui saat mendapatkan tempat yang tidak diduga sebelumnya. Kita pun jadi lebih mengeksplor kota bak orang lokal yang tidak terpaku waktu dan tidak melulu misalnya mencari top 10 spots to go.

Kebayang gak kalau mengunjungi suatu destinasi dan dikejar-kejar patokan harus mengunjungi ini itu dalam seharian. Yang ada bukannya jadi menikmati malahan lebih seperti kewajiban yang harus dilakukan. Di atraksi wisata yang dikunjungi, yang lebih penting sudah foto, eksis dan siap untuk cepat-cepat menuju tempat berikutnya buat melakukan hal yang sama.

Okeh, mungkin tidak adil kalau harus menyamaratakan semua liburan tidak perlu yang namanya itinerary. Begini, menurut saya liburan yang waktunya lama lebih sangat memungkinkan tanpa itinerary, biarpun tidak menutup buat kalian yang liburan pendek. Begitu pula dengan destinasi-destinasi yang kalian kunjungi sekali dengan kemungkinan balik rendah, itinerary memang sebaiknya tetap diperlukan. Yang paling penting jangan ambisius memasukkan semua keinginan dalam satu trip. Senggangkan waktu untuk lebih rileks menikmati tempat wisata dan memberi ruang untuk hal-hal spontan.

Saya pernah baca, kurangi ½ itinerary perjalanan yang diniatkan, niscaya kenangannya akan berkesan dobel dua kali lipat. Ayo dicoba tidak terpaku itinerary untuk liburan berikutnya! (Kenny Santana)

Artikel ini pernah disiarkan penulis di Cosmopolitan FM.

TOPICS:

Comments (0)

There are currently no comments

Send Your Comment

required

required (not published)

optional