THE WONDERS OF TASMANIA

Mungkin belum banyak orang yang langsung terpikir Tasmania ketika berencana mengunjungi Australia. Tapi selama perjalanan bersama Dwidaya Tour beberapa waktu lalu membuktikan kalau Tasmania memiliki pemandangan paling indah di seluruh Australia. Berikut beberapa kegiatan yang pantang dilewatkan jika berkunjung ke pulau ini.


 

Tasman Island Cruise (www.pennicottjourneys.com.au)

Sebagai pulau, Tasmania dikelilingi oleh samudera Hindia & Pasifik dan tentu salah satu cara terbaik menikmati keindahan alamnya adalah dengan berlayar. Bukan sembarang berlayar, tapi Tasman Island Cruise dari Robert Pennicott yang pernah memenangkan National Geographic Traveler of the Year ini berbeda dari yang kamu bayangkan sebelumnya.

Hari itu kami sudah diberitahu kalau cuaca akan sedikit mendung yang mungkin dihiasi hujan. Jangan takut, segala perlengkapan seperti jumpsuit anti air, penutup kepala, sarung tangan, disiapkan oleh pihak penyedia jasa pelayaran. Berangkat dari pusat kota Hobart sekitar 1,5 jam perjalanan menuju Port Arthur dengan shuttle yang disiapkan, kami kemudian siap berlayar dengan kapal semi terbuka berkapasitas hanya belasan orang! Langit memang tampak mendung, tapi kami tidak gentar.

Sampai di tengah laut, kami menyaksikan tebing-tebing laut paling tinggi di belahan dunia bagian selatan setinggi 300 meter. Kemegahan bentuk tebing dengan adanya totem pole, tiang tinggi yang mencuat di tengah laut serta keindahan teluk-teluk yang mencuat masuk, menemani perjalanan kami selama 3 jam. Yang serunya lagi, karena cuaca yang tidak menentu hari itu dan gejolak ombak laut membuat pelayaran lebih menegangkan! Kapal terombang ambing angin laut yang kencang ditambah hujan menerpa wajah kami selama perjalanan.

Kapal kemudian mencari posisi agar penumpangnya bisa menikmati keindahan pulau Tasman dengan leluasa. Dengan ukuran kapal yang kecil kami mampu masuk ke teluk untuk melihat tebing-tebing, gua dan karang dari jarak dekat. Saat ombak masih menggoyang kapal kapal kami, saat itulah juga kami dapat melihat anjing laut liar yang bermain-main di tebing karang, dan kemudian dilanjutkan dengan pemandangan burung albatross yang mencaplok ikan langsung dari laut. Tasman Island Cruise menyuguhkan alam yang sesungguhnya yang belum terusik manusia.

 

Par Avion Scenic Flight (www.paravion.com.au)

Bukan hanya lewat laut, Tasmania juga luar biasa indah jika dinikmati dengan mengendarai pesawat kecil. Par Avion adalah salah satu perusahaan yang menyediakan jasa tur mengelilingi beberapa bagian Tasmania dengan pesawat. Kami sendiri mengikuti penerbangan satu hari penuh lengkap dengan tur dan naik boat untuk menjelajahi area barat daya Tasmania yang agak sulit terjangkau jika tidak menggunakan pesawat terutama bagian selatan dan barat karena letaknya yang terpencil.

Par Avion menyediakan jasa jemputan ke pusat kota Hobart buat dibawa ke hanggar lalu diberikan sedikit pengarahan mengenai tempat yang akan kami tuju hari itu. Kami juga diberikan jaket khusus anti angin yang diperlukan saat mengendarai kapal di lokasi tujuan. Ayo berangkat!

Patut diperhatikan lokasi tempat duduk ditentukan oleh pilot dan ada paling tidak 2 seat dengan jendela agak terhalang dengan frame pesawat sehingga sedikit mengurangi pemandangan keluar. Saat booking pastikan kamu note untuk menghindari kursi ini. Di dalam pesawat tiap penumpang diberikan headphone khusus sehingga selama perjalanan kami bisa mendengar sang pilot bercerita mengenai pemandangan yang kami lihat jauh di bawah sana.

Gunung bersalju, gugusan bukit hijau, birunya laut sampai ke perairan berwarna coklat teh akibat tanaman semuanya bisa kami saksikan dengan jelas dari ketinggian. Perasaan senang, deg-degan dan kagum bercampur aduk menjadi satu saat melihat keindahan bagian lain dari Tasmania ini. Belum lagi ketika kami mendarat.

Setelah menaiki kapal dengan pemandangan sekitar Bathurst Harbour, kami menepi di pantai yang berwarna kecoklatan seperti air teh. Disini kami dapat melakukan trekking singkat, lalu kemudian dilanjutkan dengan piknik di tepi pantai dengan daging salmon, roti, salad, biskuit dan bermacam jenis keju yang dibawa Par Avion untuk dinikmati di antara alam yang masih liar ini. Bayangkan saja hanya kami manusia yang ada disitu saat itu!

Ketika tiba waktunya untuk kembali ke Hobart dengan pesawat kami melewati rute yang berbeda yang tidak kalah indahnya. Pengalaman hampir sehari penuh mengitari Tasmania dengan pesawat, kapal dan berjalan kaki ini salah satu highlight dari trip kemarin.


Freycinet  National Park (www.parks.tas.gov.au)

Ketika Oprah Winfrey mengunjungi Tasmania beberapa tahun lalu, salah satu yang ia kunjungi adalah Freycinet National Park. Tentu saja kami jadi penasaran akan keindahannya yang memang sudah tersohor.

Tiba di taman nasional sebesar 169 km2 ini, kami langsung menuju information centernya untuk membeli akses masuk. Staff yang bertugas langsung memberikan peta berisikan informasi trekking di dalam taman nasional ini. Ada 3 jenis trekking yang dapat kami lakukan, mulai dari yang paling pendek selama 1,5 jam pulang pergi untuk melihat Wine Glass Bay, 3 jam untuk turun ke Wine Glass Bay, sampai yang paling lama dan jauh adalah 5 jam sejauh km.

Walaupun hari itu sudah menunjukan pukul 13.30 kami nekat berniat mengambil trekking yang 5 jam, padahal staff di pusat informasi sudah mengingatkan agar kembali sebelum matahari terbit sekitar jam 18.00. Mepet judulnya, tapi kami yakin bisa.

Kurang dari satu jam dari saat kami berangkat dengan medan yang mendaki, akhirnya kami tiba di viewing platform dengan pemandangan luar biasa ke arah Wine Glass Bay, yakni teluk berwana biru yang bentuknya seperti, tentu saja, gelas wine dengan pantai pasir putih menambah kecantikan teluk ini.

Jika punya banyak waktu kalian juga dapat trekking mengitari Freycinet National Park ini dengan rute 12 km seperti yang saya lakukan pertama kali ke Tasmania beberapa tahun lalu. Dari mengitari pantai, sampai naik ke atas bukit, masuk ke dalam hutan bertemu dengan binatang liar macam walabee dan berbagai jenis burung, trekking ini akan selalu menjadi pengalaman yang berkesan. Bahkan di sela-sela ini kami juga dapat menikmati pantai untuk diri kami sendiri, begitu pula dengan matahari terbenam di garis laut di kejauhan.

Pengalaman mendaki naik turun selama 5 jam lamanya menjadi sedikit menegangkan ketika sunset tiba dimana langit perlahan-lahan berubah menjadi gelap dan kami harus segera memacu kaki lebih cepat lagi padahal lelahnya sudah tidak terkira. Tidak ada orang lain lagi di sekitar kami. Ketika pada akhirnya ujung trek terlihat, yang ada kegembiraan tiada tara berhasil menyelesaikan satu rute di alam bebas terbaik milik Tasmania.

 

MONA (www.mona.net.au)

Setiap visit ke Tasmania tidak lengkap tanpa mengunjungi Museum of Old & New Art, sekitar 15 menit berkendara dari pusat kota Hobart. Hampir semua orang yang tahu saya akan ke Hobart menganjurkan untuk mengunjungi MONA ini. Bahkan Lonely Planet memasukkan Hobart sebagai kota yang harus dikunjungi hanya karena MONA ini.

Alasannya jelas, selain lokasinya yang menawarkan pemandangan fantastis dengan area terbuka yang luas untuk berleyeh-leyeh, koleksinya luar biasa mencengangkan hasil kurasi pribadi pemilik museum David Walsh dan staffnya. Pengunjung tidak akan tahu apa yang diharapkan di museum ini, semua bisa mengejutkan. Dari video art dengan ketelanjangan, mummy dari Mesir sampai patung Buddha dari abu dupa, saya tidak berhenti menganga akan koleksi milik MONA.

Bukan itu saja, untuk menikmati koleksinya, tiap pengunjung diberikan iPod untuk menjadi panduan selama ada di museum. Di tiap posisi tertentu kita tinggal klik tombolnya dan iPod yang telah diprogram akan mengeluarkan display karya seni yang ada di sekitar kita. Klik lagi, informasi dalam bentuk teks, audio dan video akan terpampang di iPod tersebut. Masa depan ada di museum ini. (Kenny Santana)

 

Getting There & Around

Dwidaya Tour memiliki paket tur ke Tasmania. Untuk info lebih lanjut cek situs mereka www.dwidayatour.co.id

TOPICS:

Comments (0)

There are currently no comments

Send Your Comment

required

required (not published)

optional