SO BANGKOK, SO CHIC

Menjunjung aspek kemewahan dan desain, Sofitel So hadir di tengah-tengah kesibukan kota Bangkok.

Bangunan baru setinggi 30 lantai di kawasan Lumpini ini memiliki 238 kamar dan suite.Tapi yang luar biasa, walau dengan jumlah lantai dan kamar sebanyak ini, atmosfer hotel ini tetap terasa intim. Konsep butik yang diusung So Bangkok memang kental terlihat dari saat memasuki lobi yang terletak di lantai 9 yang kaya akan material kayu, mulai dari elemen flooring, dekor dinding di belakang front desk, sampai perabot kursi tempat tamu bersantai.

Kehangatan warna cokelat kayu menjadi tampak lebih meriah dengan kehadiran para pegawai hotel yang chicdalam balutan busana karya desainer fashion Christian Lacroix. Perancang asal Prancis ini memang ditunjuk menjadi signature designer untuk Hotel So Bangkok. Lihat saja rancangan busana para pegawai yang merupakan kombinasi unik antara gaya Prancis dan Thailand, lengkap dengan jaket bordiran khas budaya Thai dan celana puff gaya Eropa masa lampau. Semua seragam yang dikenakan karyawan So ini tampak berwarna-warni dan diperkaya oleh detail khas Lacroix yang terkenal penuh imajinasi.

Lacroix bukan saja bertanggung jawab dari segi busana, tapi juga atas desain interior untuk seluruh hotel. Berkolaborasi serasi dengan desainer lokal Pongthep Sagulku dari August Design, yang juga merupakan tim sukses di balik wajah Club Signature, executive lounge hoteldi lantai 25. Lacroix sekali lagi bermain dengan konsep East Meets West, dan terlihat dari penggunaan wallpaperyang menggunakan motif Siam lama dan Prancis dari abad ke-19 sampai ke fabric cushion yang ramai dipenuhi corak. Di Club Signature ini, tamu juga akan disambut oleh bidang mural raksasa berwarna-warni pada dinding lounge, semakin mencerminkan dunia high-fashion yang lekat dengan desain asal Prancis ini.

Karya terbaru Lacroix untuk So Bangkok terwujud dalam instalasi seni yang digantung pada langit-langit street lobby yang berlokasi di lantai dasar hotel. Kayu bermotif binatang-binatang nyata dan imajinatif seperti kura-kura, singa, naga sampai burung phoenix semuanya tampil dalam warna yang kaya berpadu motif yang menambah elemen suasana fun dalam interior hotel.

So Bangkok tidak hanya menggunakan jasa Lacroix semata untuk membentuk identitasnya. Porsi desain terbesar hotel ini dibangun dari kerjasama arsitek Smith Obayawat dari Oba Architect dan lima desainer lokal Thailand yang masing-masing menggarap lima elemen penting dari filosofi Asia: Air, Tanah, Kayu, Logam, dan Api ke dalam hotel. Ide inilah yang dikembangkan menjadi desain utama hotel, ditambah sentuhan budaya Thai, dan kemudian dijadikan simbol hotel berupa Tree of Life yang merupakan dari gabungan kelima elemen tersebut.

Setiap lantai memiliki elemennya masing-masing dan karena dirancang oleh arsitek dan desainer interior berbeda, sengaja ditampilkan dengan ciri khas masing-masing. Tamu dapat memilih jenis kamar sesuai dengan beberapa elemen yang tersedia. Kamar di elemen air dilengkapi bathtub pribadi yang menghadap ke luar jendela, elemen kayu tentu saja dikelilingi penggunaan bahan natural ini, desain elemen logam kental dengan warna putih dan logam yang mengutamakan ketenangan zen.

Pada area publik, desain So Bangkok juga sangat menonjol. Elemen api misalnya digunakan desainer interior Rujiraporn Pia Wanglee dari PIA Interior Co Ltd untuk bagian food and beverage di hotel seperti pada Red Oven. Resto dengan open kitchen berkonsep pasar ini dipenuhi communal table yang menambah kesan hangat bagi pengunjungnya. Interiornya dihiasi nuansa merah dan emas layaknya bara api berdetail menarik seperti lampu gantung yang dihiasi dengan cutleries, container box dari kayu sebagai pelapis dinding, serta jendela lebar yang menghadap ke pencakar langit Bangkok serta taman Lumpini.

Keindahan pemandangan sekitar kota dari dalam hotel merupakan salah satu kebanggaan yang ditampilkan di beberapa sudut So Bangkok. Selain restoran, koridor-koridor kamar sampai di kamar tidur sendiri, pengunjung dapat menikmati kota Bangkok dari dalam ruang perawatan spa atau kolam renang infinity sepanjang 33 meter di lantai 10 hotel bersebelahan dengan sebuah jacuzzi terbuka yang menghadap ke arah kota.

Perpaduan alam sekitar yang terbuka dengan privacy yang terjaga di dalam hotel, dunia Timur dan Barat, pertemuan budaya tradisional dengan teknologi masa kini dalam desain So Bangkok, seperti menggambarkan karakter ibu kota Thailand sendiri yang penuh kontradiksi, namun tetap menjadi satu kesatuan yang harmonis dan mengundang pelancong dunia untuk mengalaminya sendiri. (Kenny Santana)

Artikel ini pernah dimuat di Bravacasa Indonesia.

TOPICS:

Comments (0)

There are currently no comments

Send Your Comment

required

required (not published)

optional