PERJALANAN TERINDAH SELANDIA BARU

Di South Island Selandia Baru saya menaiki helikopter, kereta dan kapal laut untuk menikmati pemandangan alam terindah dari udara, fjord dan daratan.

Mount Cook Ski Planes

Aktivitas paling penting yang harus dilakukan saat mengunjungi area Mount Cook adalah menaiki helikopter atau ski plane untuk melihat gunung tertinggi Selandia Baru yang diselimuti salju dari dekat, melayang di atas tumpukan awan, atau sederhananya, merasakan pengalaman tidak ada duanya dalam hidup ini.

Ada beberapa operator yang menyediakan jasa penerbangan helikopter atau ski plane ini dengan beberapa pilihan durasi terbang sesuai rute. Kami memilih Mount Cook Ski Planes untuk mengantarkan kami  menikmati kemegahan gunung Cook dari dekat. Alasannya simpel saja, mereka adalah satu-satunya perusahaan yang memiliki ijin mendarat di Tasman Glacier, glacier terpanjang di Selandia Baru dan paling dekat untuk menikmati pesona Mount Cook.

Dijemput dengan shuttle di hotel kami Hermitage, siang itu cuaca cerah dan aman untuk melakukan penerbangan. Shuttle mengantarkan kami ke lokasi penerbangan Aoraki Mount Cook Airport, sekitar 5 km dari pusat desa Mount Cook.

Setelah melakukan proses administrasi, kami pun siap terbang. Kami memilih helikopter dengan alasan dari beberapa sumber, navigasi yang dilakukan heli lebih ‘lincah’ dibandingkan ski plane yang tidak bisa berhenti di atas udara. Biar begitu, mendarat dengan ski plane di atas salju menurut omongan lebih memberikan sensasi tersendiri. Jadi pilihan terakhir tetap ada di tangan Anda.

Heli-pun mulai bergerak ke atas angkasa. Meskipun ini kali ketiga saya menaiki helikopter, jantung saya berdetak lebih kencang daripada biasanya. Pasalnya, kami berempat dibawa terbang diantara gunung-gunung es yang tampak kokoh di kanan kiri. Danau-danau es berwarna biru lengkap dengan bongkahan-bongkahan es juga terlihat dari atas langit. Tumpukan awan-awan yang biasa selalu berada jauh diatas angkasa, sekarang seperti berada dalam jangkauan.

Di dalam heli kami bisa berkomunikasi dengan bantuan headset, dengan begitu sang pilot juga dapat memberikan penjelasan apa yang kami lihat di balik jendela. Pengalaman ini seperti tur privat di atas udara! Tasman Glacier di sebelah kanan, Fox Glacier di sebelah kiri, hei ada kambing gunung di balik batu, pendaki gunung di puncak situ, begitu seterusnya.

Kamipun diberikan kesempatan untuk bermain salju saat helikopter berhenti di Tasman Glacier.  Serunya di saat yang bersamaan sebuah ski plane dari perusahaan yang sama dengan tamu-tamunya juga mendarat di sebelah kami. Di atas gunung es, kami menikmati waktu sekitar 15 menit dengan menghirup udara segar pegunungan, bermain salju, bergaya di sisi heli dan ski plane lalu mengabadikannya lewat kamera.

Dari semua pemandangan surreal di atas udara, momen paling mengesankan dari perjalanan heli ini adalah saat melihat puncak Mount Cook persis di depan mata.  Naik heli mungkin adalah cara paling memungkinkan bagi kami untuk sedekat ini dengan salah satu gunung tertinggi dunia ini. Saat itu semua di dalam helikopter hening seketika, perasaan tidak percaya sekaligus haru dapat menikmati keindahan gunung es ini di depan mata sendiri menjadi hadiah yang tidak bisa dibayar dengan apapun juga.


TranzAlpine

Setiap kali berlibur, saya selalu berusaha melakukan perjalanan dengan kereta api, tidak terkecuali dengan liburan ke South Island Selandia Baru ini. Dan banyak yang menganjurkan untuk menaiki kereta TranzAlpine dari Christchurch ke Greymouth atau sebaliknya. Di stasiun kereta Greymouth yang kecil namun penuh suasana kuno, kami melakukan proses check-in bagasi seperti layaknya di bandara, bukan seperti proses naik kereta kebanyakan yang harus membawa bagasi sendiri.

Perjalanan selama 4.5 jam dimulai dari Greymouth membelah pegunungan Southern Alps, melewati Dobson kota penambangan tua, Old Brunner Mine, dimana kecelakaan tambang terbesar dalam sejarah Selandia Baru tahun 1896, lalu ke kota Otira diteruskan dengan terowongan Otira sepanjang 8,6 km; salah satu yang terpanjang di Selandia Baru. Di balik jendela, keindahan alam berbentuk gunung dan bukit (yang kadang diselimuti kabut), ngarai, lembah, sungai, diselingi oleh jembatan dan terowongan, lapangan hijau yang dipenuhi sapi atau domba, kembali lagi berulang dan begitu seterusnya membawa suasana teduh sejauh mata memandang.

Selama perjalanan menikmati pemandangan, penumpang dapat sekaligus mencobai menu yang tersedia, dari butter milk pancakes, sandwich, sampai pie lengkap dengan pilihan wine Selandia Baru. Setelah mengisi perut, untuk mendapatkan foto terbaik, beralihlah ke tengah badan kereta dimana disediakan gerbong open air viewing car. Pengunjung juga dipersilahkan untuk keluar dari kereta saat berhenti di Arthur’s Pass, salah satu lokasi wisata populer di Selandia Baru demi sekedar mengistirahatkan kaki atau mengambil foto-foto dari stasiun.

Dari Arthur Pass, perjalanan masih berlanjut sekitar 2 jam sebelum sampai di Christchurch sekitar pukul 18. Pandangan kami kembali menerawang ke balik kaca untuk menikmati saat-saat terakhir kami di dalam kereta. Ketika akhirnya kami tiba, lalu mengambil bagasi dan berjalan meninggalkan stasiun, kami sadar kami baru menyelesaikan perjalanan yang tidak terlupakan.

 

Milford Sound

Milford Sound adalah nama sebuah fjord di barat daya South Island yang terkenal akan keindahannya sehingga akhirnya didayagunakan lewat beberapa penawaran cruise untuk para pelancong. Saking menakjubkannya pemandangan disini, penulis Rudyard Kipling pernah menjulukinya sebagai keajaiban dunia kedelapan.

Kami berangkat dari Queenstown dengan shuttle bus dalam perjalanan sejauh 300 km. Selama perjalanan darat kami dikejutkan dengan indahnya pemandangan di sekitar kami, Te Anau, Mirror Lakes, Eglinton Valley sampai memasuki Homer Tunnel, terowongan yang dibangun di perut gunung. Sajian ini seperti menu pembuka sebelum menikmati sajian utama yang sudah menanti kami.

Akhirnya kami tiba di Milford Sound Visitors’ Centre dimana counter-counter penyedia cruise berada. Pelayaran dimulai sekitar pukul 13, bersamaan waktu lunch. Perhatikan bookingan Anda, ada dua jenis, cruise yang termasuk makan siang atau tidak. Jika tidak Anda tetap dapat menikmati makan siang bawaan sendiri atau membeli dari menu yang terbatas, seperti mie instant seduh atau sandwich. Karena pelayaran berlangsung cukup lama sekitar 2 jam, lebih baik jika memilih cruise dengan buffet lunch.

Selesai makan siang, bergeraklah ke dek kapal di bagian atas. Di udara terbuka sambil diterpa semilir angin, Anda akan dapat merasakan kemegahan gunung Mitre Peak, salah satu puncak tertinggi di Selandia baru, lalu jajaran pegunungan lain seperti The Elephant dan The Lion yang namanya berasal dari bentuk mereka yang sekilas menyerupai hewan-hewan tersebut. 

Bukan itu saja, wisatawan akan dikejutkan oleh kehadiran dua air terjun, Lady Bowen Falls dan Stirling Fals di lepitan bukit. Kapal kemudian menuju ke sisi air terjun, supaya kami dapat mengabadikan keindahan alam ini lebih dekat, yang saking dekatnya, kami dibuat sedikit basah olehnya. Segarnya percikan air di muka kami seakan menggambarkan hati, mata, dan pikiran yang menjadi lebih segar oleh perjalanan ini. (Kenny Santana)

 

Di Udara, Air, dan Daratan

  • Pilihan penerbangan Mount Cook Ski Planes ada di www.skiplanes.co.nz dengan harga mulai dari NZ$275 dan potongan khusus untuk anak-anak.
  • Kami menggunakan jasa Milford Cruise dari www.southerndiscoveries.co.nz dengan paket coach dari Queenstown seharga NZ$226 per orang.
  • TranzAlpine dari Greymouth ke Christchurch bisa dibook lewat www.tranzscenic.co.nz dengan biaya NZ$185 sekali jalan.
  • Semua perjalanan ini dapat dipesan lewat KiwiWay Vacations www.kiwiway.com yang juga dapat mengatur itinerary lain secara personal sesuai keinginan.

Artikel ini pernah dimuat di Best Life Indonesia.

TOPICS:

Comments (0)

Dewi Gentana 4 years, 10 months ago

I like NZ..the nicest country that I had visited..
In 1989-1990 I stayed in NZ for about 15 months 4 months in Wellington and than for the rest I was in Auckland..
Long long time ago..I left NZ.. but Im always thinking one day I'll be

Reply

Dewi Gentana 4 years, 10 months ago

I like NZ..the nicest country that I had visited..
In 1989-1990 I stayed in NZ for about 15 months 4 months in Wellington and than for the rest I was in Auckland..
Long long time ago..I left NZ.. but I'm always thinking one day I'll be there...
Wellington, Christchurch , Auckland as well as Mt. Ruapehu is the nicest place to visit...
Unbelievable tomorrow I have a chance to go to Christchurch again for about 10 days ... so... I planned to visit Grey mouth and South West land....I do hope that my dream will come true...I can visit NZ again..NZ ..wait for me I'm coming.....




Reply

Send Your Comment

required

required (not published)

optional