OUT OF THIS WORLD

Ketika jaringan butik hotel 25hours asal Jerman membuka cabang baru di Wina, dalam hitungan bulan akomodasi ini langsung menjadi buah bibir. Desain 25hours Vienna yang unik diimbangi servis yang sempurna menjadikannya salah satu hotel di Austria yang masuk dalam daftar terbaik. Saya membuktikannya.

Hotel-hotel 25hours memang terkenal dengan desainnya yang tematik. Sebut saja 25hours Hamburg yang mengusung tema maritim, atau di Frankfurt yang bernuansa denim. Untuk Wina, 25hours bermain-main dengan dunia sirkus dan retro dari awal abad ke-20.

Tiba pagi hari di gedung 25hours, setelah lima menit berjalan kaki dari stasiun subway Volkstheater, kami harus menaiki elevator tembus pandang ke lantai 8, alias lantai teratas di mana resepsionis berada. Dari luar, tampak tiga lantai teratas berlapis kaca digunakan sebagai akomodasi, sedangkan beberapa lantai di bawahnya masih dalam proses konstruksi.

Gedung yang digunakan 25hours Wina ini adalah bangunan lama bekas asrama sekolah dari tahun 1971. Untuk proyek hotel ini, BWM Architekten und Partner menambahkan tiga lantai baru di atasnya, yang sekarang digunakan untuk 34 suites. Di gedung aslinya sendiri sedang dibangun lebih dari 180 kamar hotel plus spa, gym dan restoran untuk diresmikan akhir tahun ini.

Meja resepsionis berada persis di depan ‘ruang tamu’ hotel yang digunakan sebagai lokasi sarapan di pagi hari, dan lounge di malam hari. Memang tidak ada lobby hotel di 25hours ini, tapi itu salah satu yang menjadikannya lebih unik daripada akomodasi pada umumnya. Karena kamar belum siap pagi itu, kami menunggu dengan menikmati sarapan di Dachboden, begitu istilah ruang tamu ini, yang kalau diterjemahkan secara harafiah berarti loteng.

Melihat sekeliling Dachboden, tema sirkus yang diusung hotel ini memang langsung terasa. Sangkar besi singa yang dijadikan pembatas ruangan, dudukan dari pedal kuda, cambuk binatang yang tergantung, bar bundar ala sirkus, membuat pengunjungnya bersemangat, seperti sedang menonton sirkus itu sendiri. Semua furnitur berwarna-warna cerah dan hampir tidak ada yang sama, makin menambah kesan eklektik ruangan ini.

Melangkah sedikit dari dalam Dachboden, terdapat balkon luas yang selalu dibuka saat cuaca baik. Kursi empuk merah menyala menjadi alas duduk dengan pemandangan Wina yang cantik. Di waktu malam, balkon ini dipenuhi fashionable people yang menikmati racikan cocktail diiringi musik dari local DJ atau band anak muda.

Persis satu lantai di bawah Dachboden, terletak kamar kami yang akhirnya siap dihuni. Posisinya yang tepat di sudut bangunan memberikan pemandangan tanpa batas ke arah kota. Dengan meja televisi yang dibangun dari koper-koper traveling vintage, karpet dan duvet biru langit kontras dengan tirai merah menyala dan lukisan mural karakter sirkus karya seniman Berlin, Olaf Hajek atas headboard di kamar, kami berasa langsung masuk ke dunia yang sureal!

Desain seperti menjadi nyawa untuk hotel ini, dan bukan hanya aksen belaka. Alhasil, kerja keras tim kreatif 25hours berhasil membawa para penghuninya kembali ke awal abad ke-20 dan merasakan kehidupan sirkus yang penuh warna. BWM Architekten und Partner bersama interior desainer dari dreimeta, Armin Fischer, dan tim kreatif 25hours memadukan furnitur yang dibuat khusus untuk interior hotel dengan memorabilia kuno asli dari sirkus-sirkus kota Wina. Penampilan retro dari banyak benda di sini tetap dipertahankan tanpa menyembunyikanumurnya. Lantai di public area saja dibuat ‘telanjang’ dan tidak ditutup bahan material lain untuk memperkuat atmosfer zaman dulu yang sesungguhnya.

Perhatikan juga pernak-pernik yang tersebar di dalam ruangan, seperti bola-bola kecil yang digunakan buat atraksi juggling, kuda ayun, buku tema sirkus, stool warna-warni, sampai cermin kamar mandi yang beraksen lampu neon bak kamar rias para artis. It’s like a different world. Selama dua malam saya berkhayal telah juggling dengan begitu banyak bola, melayang lewat trapeze, bermain dengan singa, melucu bersama badut, dan banyak lagi. Semua itu hanya di 25hours Vienna. (Kenny Santana)

Artikel ini pernah dimuat di Bravacasa Indonesia.

TOPICS:

Comments (0)

There are currently no comments

Send Your Comment

required

required (not published)

optional