KYOTO’S ANCIENT BEAUTY

Kyoto, ibu kota Jepang di masa lampau terkenal dengan kekayaan sejarahnya. Tapi dibalik ribuan kuil yang mengundang pengunjung, masih banyak sisi kota lain yang layak ditelusuri. Inilah berbagai keindahan Kyoto.

 

The Ancient Culture

Setibanya di Kyoto, perhentian pertama saya adalah Golden Pavilion atau Kinkaku-ji di sebelah utara kota. Bangunan tiga lantai ini begitu mengesankan dari penampakan awalnya dengan lapisan emas di dua lantai teratas. Kuil yang aslinya dibangun pada tahun 1397 ini terakhir kali direnovasi 2003 untuk memperbaiki kondisi atapnya.

Biarpun telah direnovasi, sampai saat ini pengunjung masih belum dapat memasuki bangunan kuil demi melindungi keutuhan gedung. Tapi hal ini tidak mengurangi kesan mendalam saat mengagumi keindahan warna keemasan cahaya Kinkaku-ji yang dikelilingi oleh danau dan paling memikat di saat musim semi dan musim salju. 

Selain Kinkaju-ji, kuil yang penting untuk dikunjungi selagi berada di Kyoto adalah Kiyomizu-dera. Lokasinya yang berada di dataran tinggi memberikan pemandangan fantastis kota dari atas kuil. Kompleks kuil terdiri dari 18 bangunan diantaranya Nioumon Gate, pagoda tiga lantai, Amida Buddha hall dan hall utama Hondo.

Sempatkan untuk berfoto dengan latar belakang Nioumon Gate yang berwarna merah menyala sebelum melangkah masuk lebih dalam. Di Amida hall yang dibangun tahun 778 terdapat patung Eleven-Headed, Thousand-Armed Kannon yang hanya diperlihatkan setiap 33 tahun sekali. Kemudian di hall utama Hondo yang dibangun seluruhnya dari kayu tanpa baut memperlihatkan keajaiban konstruksi kayu yang menjorok ke ujung bukit memberikan pemandangan tanpa batas ke kota Kyoto.

Kalau dihitung-hitung, Kyoto memiliki lebih dari 1600 kuil untuk dijelajahi. Beberapa kuil lain yang Elle rekomendasikan diantaranya Ryoanji yang terkenal dengan keindahan taman batu Zen, Nijo Castle dengan desain Momoyama dari abad ke-16 serta Sanjusangendo yang memiliki 1001 patung Kannon, dewi belas kasih.

Berpindah dari kuil ke kuil, Kyoto sangat menyenangkan untuk dinikmati dengan berjalan kaki. Salah satu rute yang sangat direkomendasikan adalah Philosopher’s Walk yang menyusuri rute sepanjang 2 km di pinggir kanal. Rute ini dipanggil Philosopher’s Walk karena dosen filosofi universitas Kyoto yang suka berjalan kaki di rute ini untuk mencari ketenangan.

Di sepanjang jalan ini pengunjung dapat mengunjungi toko-toko kecil yang banyak menjual pernak pernik Jepang sambil menikmati keindahan bunga sakura saat berkembang di musim semi. Rute ini juga melalui kuil terkenal seperti Nanzenji, Honen-in, and Ginkakuji (Silver Pavilion).

 

Memoir of a Geisha Hunter

Perjalanan ke Kyoto tidak lengkap tanpa berburu geisha di daerah Gion. Saat matahari terbenam mulailah dengan mengunjungi Yasaka Shrine di ujung jalan Shijo-dori. Tempat pemujaan agama Shinto yang penuh warna merah ini tampil anggun ketika lampion-lampionnya mengeluarkan sinarnya di waktu malam. Elle beruntung pada saat berkunjung ke Yasaka Shrine dapat menyaksikan upacara tradisional di atas panggung di tengah kompleks ini. Tepat disebelah Yasaka Shrine terdapat Maruyama Park yang menjadi lokasi favorite untuk mengamati keindahan bunga sakura pada musimnya. 

Beranjak dari Yasaka, sekitar 200 meter terdapat jalan kecil terkenal bernama Hanamikoji dori yang dipenuhi sederetan tea house tradisional. Disinilah para geisha sebagai penghibur bertemu dengan klien mereka. Jangan kaget kalau banyak turis berkumpul disini dengan kamera mereka bersiap-siap untuk ‘menangkap’ geisha dengan kostum dan make-up lengkap mereka.

Benar saja, kalau sedikit sabar dan banyak beruntung, bisa dipastikan geisha akan lewat di depan mata. Situasi memburu geisha ini nyaris seperti papparazi memburu artisnya. Turis-turis bersama fotografer yang terlihat professional mengejar setiap geisha yang keluar dari tea house. Para geisha ini biasanya langsung berlari menghindar dari kejaran blitz kamera dan masuk ke dalam mobil mewah yang sudah menunggunya untuk membawanya pergi dari daerah Gion. Siap-siap untuk mencari bidikan tepat saat sang geisha lewat!

 

The Modern Life

Dari Gion, nikmati waktu untuk shopping di jalan Shijo-dori dan Kawaramachi-dori dimana terdapat department store serta toko-toko yang menjual apapun yang turis cari. Untuk souvenir yang khas Jepang, kunjungi Morita Washi di Shijo-dori yang menjual kertas tradisional Jepang, washi, yang dibuat hand-made. Elle juga menyukai toko serba ada Daimaru, Hankyu dan Takashimaya yang menjual apa saja dari tas, jam tangan sampai kebutuhan interior rumah dengan harga yang masih terjangkau.

Masih di daerah yang sama, lihatlah suasana belanja yang berbeda di pasar Nishiki-Koji dori, pasar tradisional berumur 400 tahun yang menjual beragam makanan ataupun pernak pernik. Dari sushi sampai selop Jepang, semuanya bisa dibawa pulang dari sini!

Retail therapy akan mengantarkan ke waktu dinner. Dan masih di daerah yang sama, pengunjung Kyoto banyak yang suka menikmati makan malam di pinggir sungai Kamogawa. Beragam jenis restoran dapat dipilih lewat jalan belakang Pontocho yang juga merupakan red light district pada masa lampau. Lampu-lampu neon dan restaurant patrons akan menggoda pengunjung untuk memilih tempat untuk menghabiskan dining time.

Sebelum meninggalkan Kyoto dengan kereta Shinkansen menuju tujuan lain di Jepang, Kyoto Station patut ditelusuri terlebih dahulu. Bukan sembarang stasiun kereta, Kyoto Station menarik karena arsitektur futuristiknya yang mengundang decak kagum para pengunjung. Lihat saja ke arah atapnya penuh dengan konstruksi baja yang terekspos. Desain atap buatan arsitek Hara Hiroshi ini dinamakan Matrix yang menggambarkan jaringan jalanan di kota Kyoto.

Jangan lewatkan untuk naik ke atas observation deck di rooftop stasiun yang terbuka. Disini terdapat taman dimana pengunjungnya dapat bersantai menikmati udara Kyoto serta pemandangan kota. Tapi saya sendiri lebih memilih Skywalk di lantai 7 stasiun untuk melihat indahnya kota dari balik kaca. Skywalk yang merupakan terowongan tembus pandang ini buka dari jam 6 pagi sampai jam 10 malam, dan dapat dikunjungi siapa saja secara gratis. Di ujung terowongan Skywalk pengunjung dapat menikmati beragam pilihan kulinari Kyoto dengan sederetan restoran yang menyediakan menu Jepang dan internasional dengan bonus pemandangan kota.


Bedtime Stories

Jijuden Guesthouse Kyoto

Di bagian utara kota dekat Golden Pavilion terdapat guesthouse mewah bernama Jijuden. Akomodasi ini memadukan gaya Jepang dan modern dari sisi desain. Nikmati breakfast dan minum teh ala Jepang di bangunan utama yang dirancang seperti rumah tradisional Jepang dengan tatami dan pintu geser. Kamar tidur sengaja mengambil sisi modern yang mengutamakan kenyamanan dengan LCD TV, free wifi, dapur mini dan stereo system BOSE. Elle juga menyukai kamar mandinya yang simpel dengan bathtub dari Phillipe Starck dan toiletries lokal POLA. www.jijuden.com

Hyatt Regency Kyoto

Dengan lokasi di pusat kota, Hyatt Regency merupakan hotel favorit para pelancong saat mengunjungi Kyoto. Selain desainnya yang penuh selera menggabungkan pengaruh Jepang dan internasional, hotel ini juga terkenal dengan pilihan tiga restorannya dari menu Prancis, Jepang sampai hidangan Italia. Jangan lupa juga untuk mencobai menu spa mereka di Riraku Spa untuk relaksasi setelah lelah  mengelilingi beragam kuil. kyoto.regency.hyatt.com

Essentials

Budget airline AirAsia & Cebu Pacific Air terbang dari Jakarta ke Osaka dengan transit di Kuala Lumpur atau Manila. Osaka dan Kyoto dapat ditempuh dengan Shinkansen selama 15 menit. Gunakan Japan Rail Pass yang dijual oleh Jalan Tour (www.jalan-tour.com) untuk perjalanan hemat dengan shinkansen/train.

Sistem transportasi umum di Kyoto dengan bus sangat efisien, murah dan mudah dimengerti. Pakai map transportasi Bus Navi yang dapat diperoleh di Kyoto Information Center untuk rute lengkap. Selain bus, pengunjung juga dapat menggunakan taksi atau menyewa sepeda.

Artikel ini pernah muncul di Elle Indonesia.

Foto-foto oleh @aMrazing

TOPICS:

Comments (0)

hanni fadhillah 6 years ago

Udah deh, Kyoto emang destinasi impian banget sampe skg. Tmpatnya bagus2, dan seneng banget ada artikel ini. Bikin jd makin semangat nabung buat travelling !

Reply

Send Your Comment

required

required (not published)

optional