KEINDAHAN EKSTRIM ISLANDIA

Berpijak di tebing tinggi seperti Viking dan mengambang di perairan dingin di antara dua benua.

Bagi orang dari daerah tropis seperti saya, Islandia atau Iceland terdengar begitu eksotis. Dengan iklim dingin menggigit, pemandangan alam Islandia juga begitu ekstrem, seperti di dunia lain. Bukit yang tinggi, lembah yang dalam, padang rumput dan bebatuan yang luas, serta sumber air yang mengalir deras, membuat lanskap Islandia seperti lukisan yang didominasi warna cokelat, hijau, biru, dan putih. Inilah beberapa perhentian yang wajib untuk disambangi dari Kota Reykjavik, ibu kota Islandia. 

Berendam di Laguna Biru

Blue Lagoon adalah geothermal spa yang airnya merupakan ‘limbah’ dari pembangkit energi panas bumi di sekitar yang kaya mineral. Tempat ini biasanya menjadi perhentian pertama saat mendarat di Islandia karena jaraknya dekat ke Bandara Keflavik.

Pada musim dingin, cuaca Islandia selalu di bawah 0 derajat Celsius. Tapi, Blue Lagoon tetap buka dan dipenuhi pengunjung karena airnya yang tetap hangat. Namanya sendiri berasal dari warna airnya yang memang biru toska berkat unsur sulfur dan silica. Saat kita menceburkan diri ke dalamnya, air yang hangat sampai berasap dengan dasar kolam yang dipenuhi ‘lumpur’ silica ini menimbulkan sensasi santai di tubuh yang penat setelah traveling berhari-hari.

Berbeda dari sauna yang biasanya hanya dinikmati duduk-duduk, menikmati Blue Lagoon akan lebih optimal justru bila kita berjalan mengelilinginya. Dengan butiran-butiran batuan halus yang menggosok kaki, rasanya seperti scrubbing alami. Jangan kaget bila tiba-tiba Anda melihat orang-orang bermasker wajah putih. Lumpur silica di kolam ini memang konon bisa menghilangkan berbagai penyakit kulit, termasuk psoriasis.

Tak hanya itu, di sana juga terdapat air terjun buatan di mana kita bisa berdiri di bawahnya, sambil memesan minuman dari bar di tengah laguna. Menikmati sekitar 2 jam di Blue Lagoon yang dapat ditambah dengan perawatan pijat di air merupakan memori khas Islandia yang tidak boleh dilewatkan.

Mengitari Lingkaran Emas

Semua yang mengunjungi Islandia untuk pertama kali dianjurkan menjalani Golden Circle, yaitu rute sepanjang 300 km mulai dari Reykjavik menuju ke bagian tengah Islandia dan kembali lagi. Selama perjalanan sekitar 8-9 jam ini kita akan dibawa mengunjungi beberapa spot pemandangan luar biasa.

Salah satunya adalah Thingvellir National Park yang kaya sejarah karena parlemen Islandia didirikan di sini lebih dari 1.000 tahun yang lalu. Di sini adalah tempat bangsa Viking dulunya berdiri di abad ke-8 hingga ke-11. Saya membayangkan, pemandangan dataran ini mungkin seperti gersangnya permukaan bulan. Ternyata, pemandangan indah tak melulu harus didominasi warna hijau.

Perhentian selanjutnya adalah area geothermal Haukadalur yang dipenuhi mata air panas dan geyser atau semburan air panas yang disertai gas. Strokkur geyser adalah yang paling kuat dengan semburan mencapai tinggi 30 meter  tiap 5 menit. Mencoba memotret saat air mencapai puncak tertinggi bisa menjadi tantangan tersendiri bagi pencinta fotografi.

Perjalanan kemudian ke Gulfoss, air terjun terbesar dan terindah, sampai-sampai dijuluki ‘ratu’ air terjun Islandia. Dengan limpahan air setinggi 32 meter dan berlapis-lapis, ini adalah air terjun paling menakjubkan yang pernah saya saksikan sendiri. Curahan Gulfoss begitu kencang, sampai-sampai pengunjung yang berdiri jauh dari air terjun bisa merasakan percikan airnya. Berkat Gulfoss dan Dettifoss, air terjun terbesar di Eropa yang muncul di awal film Prometheus, Islandia memang terkenal dengan kemegahan air terjunnya.

Puncak dari trip ke Golden Circle adalah acara  snowmobiling di pegunungan es Langjökull. Perjalanan dengan snowmobile berkecepatan tinggi konvoi bersama para peserta lain, naik turun di megahnya kontur gunung es serba putih tertutup salju, menjadi salah satu pengalaman berkesan yang sangat dianjurkan buat pencari adrenaline rush.

Mengejar Aurora

Sudah menjadi impian saya untuk bisa menyaksikan Aurora Borealis atau Northern Lights. Fenomena alam ini hanya terjadi di Artik dan Antartika, di mana partikel-partikel atom bertabrakan sehingga langit mengeluarkan cahaya berwarna-warni. Menurut NASA, tahun 2013 dan 2014 adalah waktu yang terbaik untuk menyaksikan aurora, yang hanya bisa dilihat pada musim dingin, yaitu bulan Oktober hingga Maret.

Untuk berburu aurora, saya menggunakan jasa tur Super Jeep karena dua alasan. Pertama, jumlah peserta dibatasi 7 orang saja dalam satu kendaraan, sehingga panduan menjadi lebih personal. Kedua, mereka memperbolehkan kita untuk mengulang tur dengan cuma-cuma di hari berikut, jika di hari pertama aurora tidak terlihat. Aurora ini memang harus dilihat di area yang bebas dari lampu-lampu kota serta pada cuaca yang cerah bebas dari awan mendung. 

Pengemudi sekaligus pemandu malam itu menggunakan aplikasi khusus untuk mencari di mana aurora sedang berada, supaya kami bisa mengejar keberadaan fenomena alam ini di lokasi terbaiknya. Setelah berkeliling dan melihat penampakan aurora, jeep segera parkir di lapangan luas. Saat itulah tampak pancaran warna-warni berdansa di langit persis di atas kepala kami. Sungguh tidak bisa digambarkan perasaan saya saat itu.

Yang mengejutkan, malam itu pijaran sinar tampak begitu terang dan tidak kunjung berhenti. Warna hijau menjadi yang paling dominan menghiasi pekatnya langit. Ada juga warna-warna lain, seperti pink, putih, dan kuning. Saat warna-warna ini berputar-putar di langit, keajaiban dunia yang selama ini hanya bisa dilihat lewat foto-foto, kini bisa saya saksikan sendiri.

Di akhir perjalanan, rombongan kami kemudian bergerak menuju danau, tempat jeep lain berkumpul. Kami lalu disuguhi hot chocolate yang sudah ditambah sedikit vodka untuk menghangatkan badan di suhu -9 derajat Celsius malam itu.

Naik Kuda Istimewa

Kuda Islandia bukanlah kuda biasa. Perawakannya relatif lebih pendek, seukuran kuda poni. Tubuhnya kekar, tapi wajahnya lucu karena rambutnya terkadang menjuntai ke depan seperti poni tebal. Mereka hanya dibiakkan di Islandia tanpa percampuran dari kuda negara lain, sehingga terjaga rasnya dan dianggap lebih unggul daripada kuda kebanyakan.

Berhubung saya belum pernah menunggangi kuda, saya langsung tertarik dengan tawaran tur dari Laxnes. Operator tur ini termasuk yang tertua di Islandia. Awalnya, operator ini adalah peternakan Laxnes House Farm yang dikelola pasangan suami-istri Pori Jónasson dan Heida Gislason sejak tahun 1968.

Sebelum mulai berkuda, saya diminta untuk memakai jumpsuit dan helm. Baju khusus ini harus digunakan supaya berkuda lebih nyaman dan menghindari kemungkinan pakaian kita tersangkut di pelana. Saat berkuda, saya dituntun anak-anak sang pemilik peternakan, dan mengitari rute melewati bukit bersalju, sungai, dan padang rumput yang luas selama kurang lebih 2 jam. Kuda-kuda Islandia yang sangat terlatih dengan panorama yang tidak ada duanya menjadikan pengalaman ini salah satu yang paling favorit bagi keluarga.

Snorkeling di Musim Dingin!

Siapa yang pernah terpikirkan untuk melakukan hal yang kedengaran mustahil ini. Tapi, serahkan pada Islandia untuk menyuguhi kita dengan hal-hal yang tidak biasa. Beberapa agen perjalanan di Reykjavik menyediakan paket winter snorkeling di Thingvellir. Berniat untuk menguji nyali di air dingin, saya pun mendaftarkan diri.

Untuk snorkeling ini, peserta diminta mengenakan drysuit dari ujung kaki sampai kepala. Berbeda dari wetsuit yang biasa dipakai untuk surfing atau diving, drysuit ini begitu ketat dan tidak tembus air yang bisa mencapai 3 derajat Celsius. Saking ketatnya, mereka yang tak kuat ‘iman’ bisa merasa agak klaustrofobia memakainya.

Menyelam ke dalam air di celah Silfra pemandangannya sangat berbeda dengan snorkeling di laut tropis dengan koral dan ikan berwarna-warni. Gantinya adalah bukit batuan dengan kontur dramatis di bawah air bening. Luar biasanya lagi, Silfra terletak di atas pelat Benua Amerika dan Benua Eropa. Artinya, saya snorkeling di antara dua benua!  

Berkat menggunakan drysuit, saya jadi lebih mudah mengambang dalam air di celah yang dalam. Ditambah lagi dorongan perlahan arus air, saya seperti melayang-layang tanpa gravitasi selagi menikmati indahnya celah Silfra. Rasanya sungguh seperti berada di alam lain. (Kenny Santana)



Tips

  • Umumnya penerbangan ke Islandia melalui negara Eropa dan Skandinavia, dilanjutkan dengan penerbangan dengan Icelandair ke Reykjavik.
  • Rekomendasi akomodasi di pusat kota adalah Kex Hostel dan Hilton Reykjavik Nordica Hotel. Bila ingin tidur di bawah cahaya aurora bisa menginap di Ion Luxury Adventure Hotel, 45 menit dari Reykjavik.
  • Cicipi hotdog Bæjarins Beztu yang stannya tersebar di Reykjavik. Kabarnya Bill Clinton pun pernah mencobanya karena penasaran.
  • Sempatkan untuk ikut tur arsitektur gedung konser Harpa dengan eksterior kacanya yang menawan.
  • Pergi ke Islandia di musim dingin sebaiknya memakai pakaian hangat yang tahan air, dilengkapi dengan topi atau beanie yang menutup kuping.


Artikel ini pernah dimuat di Femina.

TOPICS:

Comments (0)

setyo aji saputro 6 years ago

pengen banget kesana,kapan bisa maen maen ksna heu heu

Reply

Ocy 5 years, 6 months ago

Mohon info untuk dpt paket trip ke Islandia bagaimana caranya?
..

Reply

Kenny Santana 5 years, 6 months ago

Halo, ada di halaman kartupos.co.id/trip dan klik join. Terima kasih.

Reply

Send Your Comment

required

required (not published)

optional