JELAJAH NORWEGIA DENGAN BERLAYAR

Bagaimana rasanya melintasi kutub utara, melihat aurora borealis, menunggangi kereta rusa kutub, menaiki kereta luncur anjing, mengunjungi suku lokal Sami dan menikmati keindahan kota-kota di Norwegia dalam satu perjalanan? Saya menaiki pelayaran Hurtigruten untuk melakukan hal itu semua.

 

Sebelum melakukan trip ke Norwegia musim dingin kemarin, saya membaca salah satu cara terbaik untuk menjelajahi negara ini adalah dengan berlayar menyusuri banyak fjord dan lautnya. Dan Hurtigruten cruise yang banyak dianjurkan orang untuk melihat keindahan negara ini dan bahkan disebut-sebut sebagai “The World’s Most Beautiful Sea Voyage”. Alasannya karena pelayaran ini lebih mengutamakan pengalaman menikmati keindahan alam di luar daripada kegiatan buatan di dalam kapal.

 

Bermula dari kota Bergen, yang bisa diraih dengan kereta panoramik selama 7 jam perjalanan dari Oslo dengan pemandangan fantastis, pelayaran baru akan dimulai setelah makan malam. Sebelumnya seluruh peserta dikumpulkan pada sore hari untuk briefing mengenai hal-hal penting selama pelayaran dari soal keselamatan sampai itinerary. Ada waktu cukup setelah briefing untuk berjalan-jalan di bagian dermaga tua Bergen yakni area Bryggen yang merupakan UNESCO World Heritage dengan rumah-rumah tua dari kayu yang dicat berwarna-warni. Setelah itu naikilah funicular Fløibanen untuk dapat mengagumi sunset kota ini dari ketinggian gunung Fløyen

Selesai berjalan-jalan di Bergen dan kembali menuju kapal untuk check in, peserta pelayaran diberikan kartu akses yang sudah tersambung dengan kartu kredit pribadi untuk digunakan selama pelayaran. Selain berguna untuk berbelanja makanan, minuman, snack atau souvenir di dalam kapal, kartu ini juga harus discan pada saat keluar masuk kapal. Dengan ini sistem kapal mengetahui apakah peserta lengkap sebelum berangkat lagi dari satu pelabuhan.

 

Ada beragam jenis kamar di Hurtigruten dari inside cabin, outside cabin sampai suites  dengan luas yang berbeda-beda, dari 5-13 m2 untuk cabin biasa dan 18-45 m2 untuk suite. Kamar memang tergolong kecil tapi tetap nyaman untuk ditinggali dengan twin bed yang salah satunya bisa diubah menjadi sofa, kamar mandi dalam, televisi serta jendela khusus untuk kategori outside cabin keatas.

 

Saat kami sedang unpacking di dalam kamar, kapal mulai bergerak meninggalkan pelabuhan dan perjalananpun dimulai. Selesai berurusan dengan koper, kami berkeliling untuk melihat-lihat seisi kapal. Selain ruang makan, café, souvenir shop, bagian paling menarik dari kapal FS Finnmarken ini adalah tersedianya beberapa  lounge dimana-mana. Lounge utama menempati hampir satu lantai penuh yang dikelilingi kaca khusus lengkap dengan bangku santai untuk menikmati pemandangan di luar. Pasti akan menakjubkan di waktu terang, begitu pikir saya waktu itu.

 

Pertunjukan utama di Hurtigruten memang pemandangan yang ditampilkan dari balik kaca. Fjord, gunung es, laut dan bangunan rumah berwarna-warni yang bisa dilhat saat kapal mendekati dermaga seperti membawa ke dunia lain yang selama ini hanya bisa dibayangkan saja. Pengalaman menjadi lebih nyata lagi ketika kami keluar dari kapal untuk merasakan sendiri negeri dongeng di kota-kota kecil Norwegia yang diselimuti salju.

 

Perhentian pertama setelah meninggalkan Bergen adalah kota Alesund yang terkenal sebagai kota berarsitektur art nouveau. Sejarahnya karena pada tahun 1904 terjadi kebakaran besar yang menghancurkan hampir seluruh kota. Alhasil saat dibangun kembali, gaya art nouveau yang sedang populer saat itu diambil sebagai acuan. Pemandu Hurtigruten akan membawa peserta tur ke Apotekertorget square untuk memandangi area pelabuhan Brosundet dimana kecantikan bangunan berwarna-warni pastel berpadu dengan refleksi birunya air bak cermin. Indahnya seperti pemandangan di kartu pos. Kemudian dari jalan utama di kota Alesund, kami diajak mengunjungi museum Jugendstilsenteret yang menceritakan sejarah kota Alesund dengan art nouveaunya.

 

Kembali dari excursion saat kapal berlayar, waktu-waktu di cruise bisa dinikmati dengan berendam di jacuzzi juga dengan pemandangan ke pegunungan es atau menikmati minuman hangat di kafe. Saya sering kali menghabiskan waktu di ruang bersama dimana peserta pelayaran lainnya duduk memandangi dunia sureal di balik kaca. Waktu seperti berjalan begitu lambat di sini.

 

Karena cruise ini terjadi pada musim dingin, tepatnya bulan Maret, dan berlangsung di bumi utara, kesempatan melihat fenomena alam bernama Aurora Borealis memang besar. Bahkan cruisenya dinamakan Northern Lights Cruise, sengaja untuk menarik perhatian pelancong. Kami sadar sebagai fenomena alam, kedatangan Aurora Borealis tidak dapat diprediksikan. Tapi tentu saja kami tetap sedikit berharap.

 

Aurora Borealis yang datangnya pada malam hari yang cerah tentunya tidak dapat ditentukan jamnya. Untuk penumpang yang request dibangunkan saat tidur untuk melihat Aurora diminta untuk menyalakan televisi di channel khusus yang hanya akan mengeluarkan informasi penting saat cahaya Aurora bisa dilihat dari kapal.

 

Benar saja, pada satu malam saat kami sudah tertidur, tiba-tiba TV mengeluarkan audio bahwa ada aurora di sebelah kiri deck kapal, tentu saja kami segera bergegas mengenakan pakaian musim dingin dan naik ke deck kapal. Sesampainya diatas terlihat penumpang lain sudah berkumpul dan menengadah keatas langit untuk melihat kehadiran Aurora. Sayangnya malam ini fenomena pendar cahaya di langit termasuk kategori lemah, sampai kami pun tidak bisa mengambilnya dalam kamera.

 

Selama 4 malam pelayaran, memang beberapa kali kami dipanggil untuk menyaksikan Aurora, tapi memang alam belum berpihak kepada kami karena semuanya termasuk kategori lemah. Untungnya kekecewaan itu dibayarkan saat kami dapat melihat Aurora dengan kuat saat melanjutkan perjalanan ke negara Islandia. Sekedar informasi Aurora ini memang bisa dilihat di beberapa negara Eropa Utara.

 

Perhentian berikutnya adalah di kota Trondheim, kota yang ditemukan tahun 997 oleh raja Viking, Olav Tryggvason yang kemudian memberi nama ke kota ini Nidaros. Trondheim bersejarah karena menjadi ibukota Norwegia pada masa Viking sampai 1217 dan menyimpan banyak keindahan karena perpaduan bangunan kayu kuno, reruntuhan biara sampai dermaga berwarna-warni.  Peserta tur ke kota Trondheim akan diajak menikmati keindahan kota ini dari ketinggian bukit Utsiken lalu kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke katedral Nidaros yang dibangun tahun 1070 penuh detil dan dekor indah sampai-sampai dijuluki bangunan agama paling indah di negeri ini yang sekaligus merupakan tempat pemakaman St. Olav, santa pelindung Norwegia.

 

Setelah melewati Trondheim, salah satu momen paling berkesan di Hurtigruten adalah saat melintasi garis kutub utara. Setelah melintas, penumpang dapat membeli kartupos yang akan dicap khusus kalau kamu telah melewati garis kutub. Selain itu, semua penumpang akan mendapatkan sertifikat kalau mereka telah melewati garis kutub. Pokoknya semua jadi serba spesial! Belum lagi proses “pembaptisan” yakni penumpang disiram es dan air dingin ke punggung mereka dari bagian leher baju lalu kemudian saat masih kedinginan diberikan vodka untuk diminum demi menghangatkan tubuh. Tidak terlupakan!

 

Dari semua kegiatan dalam atau luar kapal, bagi kami pengalaman paling mengesankan adalah berkunjung ke Lyngsfjord Adventure and Camp Tamok yang menawarkan kegiatan seru dari dog sledding, mengendarai rusa kutub sampai berkunjung ke perumahan asli suku Sami untuk menikmati hidangan khas musim dingin dari mereka.

 

Petualangan dimulai dari mengendarai kereta anjing di bukit salju. Patut diperhatikan kereta anjing dan kereta rusa kutub berbeda. Kalau kereta anjing salah satu pengendaranya harus berdiri untuk mengendalikan kecepatan si anjing dan dapat diikuti satu penumpang di kereta yang sama. Sedangkan kereta rusa kutub dua orang dapat langsung duduk di kereta terbuka untuk kemudian ditarik oleh rusa-rusa kutub mengelilingi bukit.

 

Perbedaannya lagi jika ditarik anjing kecepatannya tinggi, rusa kutub kecepatannya santai. Keduanya memiliki sensasi tersendiri apalagi dikelilingi pegunungan salju di kanan kiri. Adrenalin dan kegembiraan campur aduk menjadikan pengalaman ini sangat luar biasa. Apalagi hari ditutup dengan interaksi langsung dengan suku asli Eropa Utara, Sami, sambil menikmati sup daging rusa kutub di tenda asli kaum ini, lavvu. Magisnya negeri dongeng penuh salju yang selama ini hanya tampak di kartu ucapan atau bahkan mimpi akhirnya menjadi kenyataan lewat pelayaran di Norwegia. (Kenny Santana)

 


Getting There & Around:

Pesawat bintang lima versi Skytrax, Qatar Airways www.qatarairways.com terbang tiap hari dari Jakarta dan Bali ke Oslo via Doha. 

Dari Oslo perjalanan dilanjutkan dengan kereta ke Bergen. Booking di www.nsb.no dari jauh hari untuk mendapatkan harga terbaik.

Pelayaran Hurtigruten bisa dibook lewat www.hurtigruten.com dengan beragam pilihan jumlah hari sesuai waktu yang dimiliki.

Artikel ini pernah dimuat di Harper's Bazaar Indonesia.

TOPICS:

Comments (0)

Margaretha 4 years, 2 months ago

I want to Know What the best thing in town where we go, next year may be I go to the northern europe by cruise

Reply

titin suprayitno 3 years, 11 months ago

I want to stay at norway for months. The weather always make me want to enjoy it

Reply

Ade Himsari 3 years, 7 months ago

Wanna try all of them someday. Hope so :-)

Reply

Send Your Comment

required

required (not published)

optional