FAVORIT LOKAL & TURIS DI COPENHAGEN

Mau tahu favoritnya orang-orang lokal dan para turis kalau berkunjung ke kota Copenhagen? Saya bocorkan tempat-tempatnya.

Local Delights

Copenhagen selalu identik dengan sepeda, bayangkan saja 36 persen dari warganya selalu mengendarai sepeda kemana-mana belum lagi lebih adanya 400 km jalanan khusus sepeda. Sudah hal lazim melihat tumpukan sepeda di pinggir jalan. Oleh karena itu cara terbaik untuk mengelilingi kota adalah mengikuti bike tour dari Bycyklen. Peserta dilengkapi sepeda elektronik dari alumunium lengkap dengan GPS dan helm berearphone plus dipandu guide juga sehingga selama perjalanan mengitari kota, kita bisa mendengarkan cerita mengenai tempat-tempat yang dikunjungi.

Beberapa tempat yang disinggahi diantaranya Little Mermaid, City Hall Square, dan tempat tinggal musim dingin keluarga kerajaan Amalienborg. Selain mendapatkan gambaran mengenai jalan-jalan dan tempat-tempat menarik di kota ini, terutama buat yang pertama kali mengunjungi Copenhagen, yang paling saya sukai adalah kesempatan untuk berbaur bersama warga-warga lokal lain yang juga bersepeda di sepanjang jalan. Biarpun tidak sama 100%, perasaan menikmati kota seperti lokal adalah hal terbaik yang bisa diberikan oleh pengalaman naik sepeda ini. A must do.

Ke mana warga Copenhagen berbelanja untuk barang-barang rumahnya? Saya berkesempatan mengunjungi Hay di pusat kota yang mungkin salah satu toko dekorasi rumah terbaik yang pernah saya kunjungi. Selain disusun menurut kebutuhan, barang-barang didisplay berdasarkan warna senada. Jadi terbayang misalnya stationery, produk kamar tidur, atau isi dapur dibagi lagi menurut warna oranye, biru, hijau. Pemandangan yang indah buat mata yang belanja. Kalau sedang berada di sini, coba juga mengintip dari balik jendela kaca di salah satu sudutnya. Dari sini akan terlihat suasana Amager square dan jalan Strøget yang dipenuhi oleh para turis di Copenhagen dengan air mancur Stork, sederetan toko-toko dan jika beruntung langit biru kota ini. Ah saya seperti tidak ingin keluar dari toko ini. Kalau menyukai toko-toko lokal, area Vesterbro di sebelah barat kota juga penuh dengan banyak pilihan menyenangkan.

Belum banyak turis yang tahu atau mencari tempat ini di Copenhagen, tapi menurut saya butik sekaligus galeri bunga Tage Andersen wajib disambangi. Di galeri pribadinya ini, pengunjung diajak memasuki dunia lain seperti di alam mimpi. Sejak menginjakkan kaki ke dalam galeri ini, sudah terasa ini bukan destinasi wisata seperti biasanya. Tanaman dengan bunga-bunga cantik yang bermekaran memenuhi ruangan dua lantai ini, dan kemudian yang lebih mengejutkan lagi, terdapat burung-burung Himalaya cantik penuh warna dibiarkan berkeliaran di dalam ruangan seperti menemani para pengunjung. Terus telusuri ruangan demi ruangan dan kamu mungkin akan bisa melihat sang floris Tage Andersen sedang bekerja di studionya dengan pintu yang terbuka. Saya kembali berjalan keluar dari pintu untuk sampai di taman belakang yang ternyata memiliki rumah kaca sendiri dengan air mancur dengan ikan-ikan yang berenang di dalannya. Tentu saja tanaman dan rangkaian bunga yang indah juga menjadi sajian utama di dalam rumah kaca ini. Duduk-duduk saja di dalam rumah kaca dan taman ini lalu nikmati waktu berjalan lebih lambat di Copenhagen.

Berjalan-jalanlah tanpa tujuan menyusuri jalan-jalan kecil di Copenhagen, nikmati Danish pastries dan kopi, terus lanjutkan menonton di bioskop independen seperti Grand Teatret yang tertua di kota ini dan biarkan kaki terus mengajak jalan tanpa harus memikirkan itinerary.

Touristy but Goody

Mungkin lokasi paling populer yang sering muncul di foto-foto mengenai Copenhagen adalah Nyhavn ini. Selain gedung cantik berwarna-warni di sisi-sisinya, area pelabuhan ini juga dipenuhi kapal-kapal tua yang berlabuh. Pemandangan ini menjadi atraksi sendiri bagi para pelancong yang sekedar bersantai atau menikmati makanan atau minuman di restoran dan kafe di pinggir jalan. Kunjungan ke Nyhavn biasanya dilanjutkan dengan canal cruise menyusuri kanal-kanal di kota ini dengan cerita-cerita seru dari pemandu.

Kalau tidak puas menyusuri kanal-kanal kota, dan mau menikmati Copenhagen seperti bangsa Viking jaman dulu, saya menyarankan untuk menuju ke Roskilde di Viking Ship Museum dimana tiap pengunjungnya bisa merasakan mengayuh kapal kayu bak bangsa Viking di masa lampau. Tenang saja, kamu tidak akan sendirian mengayuh dan berlayar, nanti akan ada pemandu yang membantu mengarahkan selama pelayaran. Mendayung kapal kayu yang berat dengan keharusan mengganti arah layar tergantung arah angin bersama teman-teman seperjalanan jadi pengalaman yang super seru. Dari Roskilde yang juga terkenal akan festival musiknya ini, Frederiksborg Castle adalah tujuan berikut yang bisa dikunjungi. Dibangun sebagai istana King Christian IV, sekarang kastil ini berfungsi sebagai museum. Salah satu bagian paling mengesankan dari seluruh kompleks ini adalah gerejanya yang begitu megah yang masih berfungsi sampai sekarang sebagai tempat ibadah. Begitu banyak juga ruang hijau terbuka di area kastil yang dipenuhi warga beraktivitas olah raga dan lainnya.

Biarpun dipenuhi turis, Tivoli juga menjadi tempat favorit warga lokal di Copenhagen. Alasannya jelas, taman bermain yang dibuka sejak tahun 1843 ini begitu indah dan menyenangkan untuk terus dikunjungi bahkan jika kamu tidak tertarik bermain di atraksinya. Duduk-duduk saja di taman atau menikmati sajian di beragam restoran yang begitu banyak menjadi pilihan warga lokal menghabiskan waktunya. Tentunya sebagai turis, kesempatan menikmati wahananya juga pantang dilewatkan. Dari ontang anting raksasa The Star Flyer yang mengangkat pengendaranya menikmati pemandangan kota dari ketinggian 80 meter sampai wahana santai menyelami karakter-karakter dari buku Hans Christian Andersen atau roller coaster kebanggaan mereka Rutschebanen dari tahun 1914 atau sampai yang paling serunya, The Demon, pengalaman di Tivoli tidak akan terlupakan. Bahkan kabarnya Walt Disney mengambil inspirasi untuk membuka Disneyland dari tempat ini. (Kenny Santana)

Where to Stay

Apakah pernah merasakan tinggal di hotel satu kamar? Central Hotel akan memberikan pengalaman menginap yang tidak ada duanya di dunia. Menyebut dirinya sebagai hotel terkecil di dunia, dan terletak persis di atas kafe terkecil di dunia, Central Café. Pengalaman check-in begitu personal karena yang menyambut adalah pemilik unitnya sendiri Leif yang siap membantu dengan bawaan melalui tangga ke lantai dua gedung apartemen ini. Masuk ke dalam ruangan kamar tidur dengan ranjang ukuran queen lengkap dengan meja, TV dan kamar mandi yang menyatu tanpa ada kamar-kamar atau tamu-tamu hotel lainnya, saya sadar ini bukan akomodasi biasa. Biarpun hanya satu kamar, amenities begitu diperhatikan. Bayangkan saja selain fasilitas yang ada pada hotel umumnya, pengunjung juga diberikan kartu pos lengkap dengan perangko untuk dikirimkan ke kerabat di tempat asalnya. Begitu personal! Saya suka dengan aksen jendela di atap-atap dan juga jendela yang langsung menghadap ke jalan. Bukan seperti menginap di hotel biasanya, di Central Hotel ini saya seperti tinggal di rumah teman baik yang tinggal di Copenhagen. Sarapan khas Denmark buat tamu hotel disajikan di Granola Café, sekitar 5 menit berjalan kaki dari hotel.

 

Getting There & Around

Maskapai dengan waktu tempuh paling singkat untuk menuju Copenhagen dari beberapa kota di Indonesia adalah Singapore Airlines dengan rute via Singapore. Perhatikan saat-saat promo karena tiket Jakarta-Copenhagen pp dengan Singapore Airlines bisa diperoleh di www.singaporeair.com sekitar $1150 net per orang.

Jika ingin menjelajah Copenhagen sendiri, direkomendasikan untuk mendapatkan Copenhagen Card www.copenhagencard.com dengan pilihan jumlah hari. Kartu ini berguna untuk transportasi umum gratis di seluruh kota dan akses masuk ke banyak tempat baik cuma-cuma maupun potongan harga. Hemat dan berguna.

Artikel ini pernah dimuat Cleo Indonesia.

TOPICS:

Comments (0)

anita 5 years, 12 months ago

duh kenny...baru pertama buka website kartupos langsung gelisah pengen jalan jalan terus rasanya... bagus banget deh websitenya.. suka... congratulation yah...

Reply

anita 5 years, 12 months ago

kenny, is copenhagen consider an expensive city (hotels and food)?? is it a fun place to be explored alone? if you have to choose just one place between praque, budapest and copenhagen, which one would it be?

Reply

Kenny 5 years, 10 months ago

Semuanya bagus Anita, tp kalau harus pilih antara Copenhagen or Budapest. Prague juga bagus bgt tp turisty aja haha

Reply

Send Your Comment

required

required (not published)

optional