KELAS EKONOMI RASA BISNIS

Kalau kamu seringkali melakukan penerbangan jauh dengan kelas ekonomi, tentunya ingin membuat perjalanan senyaman mungkin supaya saat tiba di kota tujuan tidak terlalu capek dan bisa langsung melakukan kegiatan. Berikut beberapa trik yang sering dilakukan KartuPos sendiri untuk mengupgrade pengalaman perjalanan kelas ekonomi agar senyaman kelas bisnis. (Kenny Santana)

1. Gunakan lounge di bandara

Beberapa kartu kredit travel sekarang memberi akses gratis ke lounge-lounge di bandara sehingga kamu bisa menunggu waktu penerbangan dengan suasana yang lebih nyaman. Jika keanggotaan frequent flyermu sudah sampai tingkat tertentu, ada beberapa akses masuk lounge cuma-cuma sampai boleh mengajak satu orang teman juga yang traveling bersamaan. Banyak juga lounge berbayar yang bisa digunakan. Biasanya lounge ini berguna jika kamu transit dalam waktu yang lama. Kalau perlu istirahat dan shower, lounge ini lebih ekonomis daripada harus booking hotel bandara.

2. Terbang di low season/shoulder season

Saya pernah terbang dengan maskapai yang sama tujuan yang hampir mirip di dua waktu yang berbeda. Yang satu saat low season dan satu lagi sebelum libur panjang Lebaran. Perbedaannya jelas, saat low season, pesawat jadi lebih sepi dibanding musim liburan yang pesawatnya penuh sampai kursi terakhir. Kalau pesawat sepi, keuntungan utama adalah penumpang dapat pindah ke kursi lain yang kosong berderet dan bisa tidur semalam suntuk bak di kelas bisnis.

3. Posisi menentukan prestasi

Ada beberapa penerbangan yang sudah mengizinkan penumpangnya untuk memilih tempat duduk sesaat setelah membeli tiket pesawat. Cek seatguru.com untuk menghindari kursi mana saja yang tidak bisa recline atau jarak antar kursinya lebih sempit serta terlalu dekat toilet juga membuat penerbangan kurang nyaman.

Saya biasa memilih posisi aisle dan area ekor pesawat di penerbangan panjang kalau ingin mengincar kursi-kursi kosong. Berdasarkan pengalaman biasanya bagian belakang lebih sering diblok pihak airline untuk yang cek in di bandara sehingga pada kenyataannya jika pesawat minim penumpang area ini yang lebih banyak memiliki kursi kosong. Setelah boarding, perhatikan terus pintu pesawat atau awak udara apakah sudah akan menutup pintunya, dan jika sudah tertutup, langsung pindah ke kursi yang kosong sebelum penumpang lain berpikir yang sama.

Ada satu lagi trik jika kamu bepergian berdua dan pesawat memiliki konfigurasi kursi bertiga, saat online check-in pilih sisi ujung dan ujung lainnya untuk kalian berdua, karena biasanya middle seat dihindari orang.

Jikapun pesawat penuh dan middle seat itu terisi, kamu tinggal meminta penumpang di tengah tersebut bertukar posisi supaya kalian tetap bisa duduk bersamaan saat pesawat penuh. Siapapun yang dapat middle seat pasti dengan senang hati bertukar tempat dengan yang window atau aisle.

Beberapa maskapai seperti Air New Zealand bahkan sekarang sudah menjual 3 kursi kosong sekaligus untuk ditempati satu atau dua orang dengan harga yang pasti lebih murah daripada beli kelas bisnis. Patut dicoba!

4. Berinvestasi pada noise-cancelling headphones

Dulunya sebelum saya mempunyai headphone bermerk Bose QuietComfort 25 yang saya pakai sekarang, saya berpikir harganya terlalu mahal untuk "sekadar" alat dengar musik. Tapi setelah mencobai dan membelinya, sekarang saya tidak pernah lepas darinya. Alasannya dengan headphone kedap suara, suara ribut penumpang lain atau tangisan bayi dan anak-anak di sekitar semuanya nyaris tidak terdengar sama sekali. Bahkan jika kamu tidak mau tidur di pesawat dengan suara lagu atau film, tanpa suara apapun headphones ini tetap meredam suara dari luar, sehingga tidur berjam-jam di pesawat jadi jauh lebih nyaman dan tanpa gangguan. (Yang mau membeli Bose ini seperti saya, harga termurah yang pernah saya lihat ada di duty free bandara Australia kurang lebih AUD299 - worth every dollar really. Harga di beda negara bervariasi.)

5. Bawa amenities favoritmu

Jangan lupa untuk membawa amenities favoritmu sendiri mulai dari yang 'remeh' macam hand/body lotion, tisu basah, hand sanitizer, sampai yang lebih penting untuk tidur seperti sleeping mask, neck pillow, ear plugs (kalau kamu belum punya noise cancelling headphones). Yang juga seringkali luput dari ingatan adalah slipper yang nyaman untuk berjalan-jalan di dalam pesawat tanpa harus buka pasang sepatu. Gunakan slipper dari hotel tempat kamu menginap atau beli di beberapa toko, Muji contohnya, slipper pribadimu yang nyaman.

6. Bawa makanan favoritmu

Salah satu masalah terbesar penerbangan kelas ekonomi yang panjang untuk banyak orang adalah makanannya. Kamu dapat membawa makanan atau snack favoritmu sendiri kalau termasuk dari orang-orang tersebut. Saya sendiri sekarang sering membawa tumbler supaya tidak perlu bolak balik meminta air putih saat waktu tidur tiba.

Masih di soal makanan, di pesawat yang sepi dan bukan maskapai budget biasanya kamu juga diperbolehkan meminta makanan lebih banyak. Pernah satu waktu saat sarapan tiba di Garuda Indonesia menuju Eropa, yang ditawarkan untuk kelas ekonomi adalah nasi uduk atau omlet, dan saya akhirnya memadukan nasi uduk dengan omlet yang ada untuk menciptakan hidangan bak kelas bisnis. Trik ini juga bisa kamu lakukan untuk memadukan misalnya kue pencuci mulut dengan es krim. Apple pie ala mode on coach class? Sure you can do!

7. Bawa tontonan favoritmu

Saya seringkali membawa USB berisi tontonan favorit, dan menontonnya dengan laptop pribadi di penerbangan. Atau menyiapkan Kindle dengan bacaan pilihan sebelum terbang. Alasannya, kadang kali in-flight entertainment yang ada terbatas dan tidak sesuai dengan selera menghabiskan waktu berjam-jam saat terbang. Perlu diingat laptop ukuran 13 inci juga jauh lebih besar dari kelas ekonomi yang sebagian berkisar pada angka 11 inci.

8. Upgrade yang sesungguhnya

Beberapa maskapai sekarang memiliki program upgrade dengan harga lebih terjangkau. Baik itu lelang (Garuda, Lufthansa, Etihad adalah beberapa yang punya program ini), promo (seperti sale kelas Premium Economy Singapore Airlines belakangan ini), ataupun penawaran langsung lewat email seperti Qatar Airways berikut.

Langganan email membership banyak maskapai, gunakan miles yang kamu punya, atau perhatikan saat baru boarding, awak kabin beberapa maskapai biasanya akan mengumumkan penawaran upgrade ke kelas premium economy (atau bahkan bisnis?) dengan harga lebih murah daripada beli langsung. Siapa tahu niatan mengupgrade pengalaman ekonomi malah jadi terupgrade sesungguhnya hanya dengan merogoh kocek sedikit saja!

 

TOPICS:

Comments (0)

There are currently no comments

Send Your Comment

required

required (not published)

optional