DARI BAWAH TANAH SAMPAI LANGIT CAPPADOCIA

Turki adalah negara yang memiliki banyak cerita. Dari bangunan bersejarah sampai kekayaan alam yang tidak tertandingi indahnya, negara ini memiliki segalanya. Salah satunya adalah Cappadocia, daerah paling dramatis di Anatolia Tengah dengan segala keunikannya. Di mana lagi pelancong dapat merasakan kota bawah tanah, hotel di dalam gua, sampai landscape seperti permukaan bulan yang jika dilihat dari atas balon udara dijamin membuat jantungmu berhenti sejenak.

Tentu saja karena terkesima dengan pemandangan yang tampak di depan mata. Tak hanya itu, Cappadocia juga menawarkan pengalaman yang menyenangkan dan tak terlupakan. Kamu bisa bepetualang sendiri, menikmati liburan yang romantis bersama pasangan, atau bersukaria bersama keluarga. Kamu juga bisa berwisata sejarah, menikmari kuliner yang menggoyang lidah, atau menenangkan pikiran lewat menyatu dengan alam yang akan mengusir semua penat dan stres dalam pikiran.

Tapi bagi saya, ini merupakan kesempatan untuk menikmati semua kesenangan itu. Mencoba menelusuri keindahan yang unik dan otentik, serta menemukan pengalaman baru yang belum pernah saya rasakan sebelumnya, merupakan tujuan utama berkunjung ke Cappadocia ini.

Having my cotton candy moment. #flyturkish #turkeyasalways #Cappadocia #Turkey

A photo posted by KartuPos (@kartuposinsta) on Nov 24, 2016 at 5:59am PST

Langit Pagi Cappadocia

Jika Anda ingin memulai pagi di Cappadocia dengan pengalaman yang “sedikit” memicu adrenalin sekaligus memanjakan mata, kamu wajib mencoba mengarungi langit Cappadocia menggunakan balon udara pada saat matahari terbit. Ada begitu banyak perusahaan yang menyediakan jasa penerbangan balon udara dengan harga yang hampir sama.

Pagi-pagi buta kami dijemput dari hotel untuk dibawa ke lapangan rumput dimana beberapa keranjang Rainbow Balloons sedang dipersiapkan untuk terbang. Satu keranjang besar bisa diisi sampai 20 tamu dengan lima orang di tiap sudutnya yang disesuaikan menurut perkiraan berat badan supaya imbang.

Sambil menyemburkan api dari tabung gas untuk memanaskan udara di dalam balon udara, pilot kami memberikan instruksi singkat mengenai proses penerbangan. Akhirnya balon udara kami perlahan-lahan mulai melayang ke angkasa. Awal penerbangan, jantung rasanya berdebar lebih cepat dari biasanya, tapi seiringnya waktu saya pun rileks dan menikmati penuh pengalaman menakjubkan ini. Terlebih lagi sang pilot sukses memandu kami dengan cerita-cerita mengenai daerah yang sedang dilewati biarpun kami lebih sibuk mengabadikan foto sekitar dan pribadi.

Selama 60 menit, dari ketinggian 300 meter kami tidak henti-hentinya mengagumi indahnya gua, lembah dan gunung batu Cappadocia dengan semburat jingga karena dibasuh sinar matahari pagi. Saat itu saya seperti menjelma menjadi tokoh utama di salah satu kisah Hikayat 1001 Malam. Bedanya, tentu saja selain menggunakan balon udara, saat itu suasana terang benderang. Yang membuat perjalanan ini lebih mengesankan adalah kehadiran balon-balon udara lain di angkasa meramaikan langit Cappadocia seperti sedang berpesta ria. 

Catching the morning rays. #flyturkish #turkeyasalways #Cappadocia #Turkey

A photo posted by KartuPos (@kartuposinsta) on Nov 28, 2016 at 6:20pm PST

Warisan Sejarah

Cappadocia memiliki berbagai obyek sejarah menakjubkan yang hanya bisa dipercaya pesonanya saat mengunjunginya sendiri. Salah satunya adalah Goreme Open Air Museum, bukan museum seperti lazimnya melainkan gugusan bukit batu yang digunakan se­bagai gereja di abad 10-13. Gereja-gereja ini menjadi sangat menarik karena berada dalam gua yang dipenuhi dengan lukisan dinding berwarna yang luar biasa indahnya.

Waiting for the winter. #flyturkish #turkeyasalways #Cappadocia #Turkey

A photo posted by KartuPos (@kartuposinsta) on Nov 30, 2016 at 2:15am PST

Waktu terbaik untuk mengunjungi Goreme Open Air Museum adalah pagi hari pada saat buka jam delapan sebelum matahari bersinar persis di atas kepala dan bus-bus pelancong memenuhi lokasi. Karena tiap gereja berada dalam gua yang sempit, jika ada grup turis, pengunjung harus bergantian untuk mengamati isi gereja dengan leluasa. Dan jika dirimu datang tidak disertai dengan pemandu wisata, gunakan audio guide untuk memahami cerita dibalik lukisan Fresco.

Ada lebih dari 10 gereja di Goreme Open Air Museum ini, dan semuanya memiliki cerita yang berbeda. Saya sendiri secara pribadi paling mengagumi Dark Church yang mengharuskan pengunjungnya membayar lebih diatas tanda masuk yang lain. Gereja yang didirikan pada akhir abad ke-12 ini dindingnya dihiasi gambar-gambar dari kisah pembangkitan Lazarus, Perjamuan Terakhir sampai pengkhianatan Yudas Iskariot.

Kami kemudian beranjak menuju perhentian berikutnya yakni Monks Valley. Yang menarik perhatian dari Monks Valley adalah bentuk batu-batuannya yang unik seperti jamur-jamur raksasa. Dijelaskan oleh pemandu kami, bahwa bagian bawah dari batu ini terbentuk dari debu gunung berapi sedangkan bagian atas adalah lahar yang mengeras sehingga berbeda warna dan bentuk lalu menjadi “kepala” dari batu dibawahnya. Mengelilingi Monks Valley ini seperti masuk ke dunia khayal yang tidak terbayangkan sebelumnya, nyaris seperti desa Smurf.

Kenyang dengan makan siang khas Turki yang lezat, kami bersemangat untuk menuju Kaymakli Underground City yang diperkirakan dibangun pada tahun 2000 Sebelum Masehi. Kota bawah tanah ini mengajak pengunjungnya untuk membayangkan kehidupan pada jaman Romawi ketika para penduduk Nasrani menggunakannya sebagai tempat persembunyian dari serangan tentara Romawi. Perhatikan batu giling besar dekat pintu masuk yang diperkirakan adalah gerbang penutup gua tersebut pada masa lampau.

Kota bawah tanah ini sebenarnya memiliki delapan tingkat di bawah permukaan tanah, tapi yang dibuka untuk umum hanyalah empat tingkat. Kami harus naik, turun, merangkak dalam lorong-lorong gua yang remang-remang dengan penerangan buatan. Di dalam Kaymakli, salah satu gua besar, terlihat ada gereja, rumah yang lengkap dengan tangga, dapur, kamar tidur, bahkan winery, seperti kota pada umumnya. Pikiran saya langsung melayang ke kisah-kisah fantasi masa lampau.

Saat hari harus berakhir dan mata nyaris tertutup sepenuhnya, saya yakin malam itu tidak mungkin bermimpi lebih indah dari pengalaman menelusuri Cappadocia yang bak dongeng penuh fantasi. (Kenny Santana)


Breakfast in the sky. #flyturkish #turkeyasalways #Cappadocia #Turkey

A photo posted by KartuPos (@kartuposinsta) on Nov 24, 2016 at 11:36pm PST

Terbang ke Cappadocia dengan Turkish Airlines yang memiliki penerbangan langsung dari Jakarta ke Istanbul tiap hari kemudian dilanjutkan penerbangan domestik ke bandara Kayseri atau Nevsehir. Informasi www.turkishairlines.com


TOPICS:

Comments (0)

Layla 2 years, 6 months ago

Berapa malam di Cappacodia ? Total tour yang diambil berapa ? Perkiraan saya sampai di Goreme malam. Rencana, pagi hari mau ambil tour ballon dan green tour dalam sehari, memungkinkan ngaa ? Soalnya hari ke-2 saya mau ke Sanliurfa.

Reply

Hannif Andy Al Anshori 10 months, 3 weeks ago

wah. ini yang trip sama mas barry dan kadek ya. keren ya kalian bisa punya kesempatan ke sini. cakep bener viewnya serius

Reply

Send Your Comment

required

required (not published)

optional