AN ICONIC STAY

Sebuah hotel yang dibuka di Hong Kong pertengahan tahun 2011 yang lalu menjadi buah bibir berkat fokusnya dalam menonjolkan aspek-aspek desain yang modern namun mengandung falsafah lokal. Saya mau berbagi pengalaman menikmati Hotel Icon.

 

Tidak heran bila hotel di daerah Tsim Tsa Tsui ini langsung menjadi talk of the town di Hong Kong, dan alasannya dibuktikan oleh setiap bagian bangunan yang nyatanya dirancang dengan seksama. Hotel ini memang sangat memperhatikan desain mereka. Arsitekturnya dikerjakan Rocco Yim dari Rocco Design Architects yang menciptakan ruang lega di segala sudut dengan jendela kaca yang besar untuk permainan cahaya alami, yang sekaligus ramah lingkungan lewat penggunaan solar energy. Di area yang sebenarnya kurang menguntungkan, di sebelah pintu terowongan jalan raya, Yim harus membangun tiga fasilitas, yaitu hotel, universitas perhotelan Polytechnic, dan asramanya, dalam satu lokasi. Lewat perbedaan tinggi antara ketiga gedung dan penggunaan façade yang tinggi, masalah kebisingan lalu lintas dan panas sinar matahari akhirnya dapat dihindarkan.

Saat baru tiba di Hotel Icon, saya langsung terkesima melihat dinding di balik meja resepsionis yang dihiasi taman gantung setinggi 18 meter dengan 75 jenis tanaman. Rancangan botanist Patrick Blanc ini menjadi daya tarik utama lobby hotel dengan ragam tanaman yang bertekstur dan memberi kesegaran tersendiri dalam ruangan. Blanc memang terkenal dengan rancangan vertical garden-nya di banyak tempat, antara lain Miami Museum, Club Med Brussels, sampai One Central Park di Sydney.

Bukan cuma Patrick Blanc yang didaulat oleh Hotel Icon untuk menyempurnakan sisi estetika hotel. Seorang Vivienne Tam juga ditugaskan untuk mengisi interior kamar suite hotel dengan visi pribadinya. VT Suite, kamar terbesar di Hotel Icon dengan pemandangan menakjubkan menghadap Hong Kong Harbor dirancang Vivienne Tam dengan konsep personal untuk membuat penghuninya merasa seperti di rumah sendiri.

Untuk interiornya, William Lim dari CL3 Architects memadukan elemen tradisional pada rancangan modernnya sehingga menghasilkan desain kontemporer namun tetap mencerminkan budaya lokal. Jika Anda familiar dengan gerbang besi tarik yang banyak digunakan di ruko-ruko Hong Kong, elemen tersebut dipindahkan Lim ke depan Green Café, dan tetap menyatu dengan unsur modern hotel. William Lim juga banyak mengeksplorasi prinsip yin dan yang sehingga banyak desainnya yang kaya motif dan unsur lingkaran. Hal ini saya perhatikan dari penggunaan bangku-bangku bundar di lobby hotel dan tangga kayu melingkar yang menghubungkan lobby dengan ballroom, yang sekaligus menciptakan atmosfer yang fluid dan berkesan elegan. Kamar tidur yang didominasi warna cokelat dan krem dilengkapi dengan complimentary mini-bar, iPod atau iPhone docking station, Wi-Fi sampai 40” Ultra High Definition LED TV. Saya pribadi menyukai detail-detail kecilnya, seperti dinding kamar mandi yang berlekuk sehingga ruangan mandi berbentuk seperti ikan.

Di banyak sudut hotel, tamu akan melihat sederetan karya seni dari seniman lokal kenamaan, bahkan siswa universitas Polytechnic, hasil kurasi desainer Hong Kong, Freeman Lau. Indera penglihatan akan dimanjakan oleh patung di lobby, karya grafis di lorong-lorong kamar, foto gedung dan lautan di kamar suites serta lukisan jalanan Hong Kong di Club Floor.

Khusus untuk outlet food and beverage, Hotel Icon menggunakan jasa rancang Sir Terence Conran dari Inggris. Buat restoran The Market, Conran terinspirasi oleh suasana pasar tradisional Hong Kong. Lampu-lampu gantung warna merah yang sering digunakan di restoran rumahan di Hong Kong diinterpretasikan Conran dengan penggunaan lampu-lampu gantung berbeda ukuran dan warna untuk aksen lokal. Conran juga menciptakan desain klub Above & Beyond di lantai atas hotel yang memiliki suasana intim seperti ruang tamu milik sahabat. Dapur dan ruangan staff sengaja dibangun di tengah-tengah ruangan sehingga pengunjung selalu dapat menikmati pemandangan luar biasa ke harbor dari balik jendela kaca disekelilingnya. Pemikiran yang sederhana namun sangat berguna.

Salah satu sudut hotel yang paling menarik adalah kolam renang outdoor-nya di teras lantai 9, satu lantai dengan spa dan gym hotel. Letak kolam renang (dengan air hangat!) yang sejajar atap-atap gedung sekitar menimbulkan kesan mengambang di antara kerumunan gedung-gedung. Ciri khas Hong Kong yang identik dengan padatnya gedung-gedung tinggi pada cityscape-nya ingin ditonjolkan Rocco Yim di sini. Dengan segala aspek desainnya, Hotel Icon berhasil menempatkan posisinya sebagai akomodasi yang bervisi modern tapi tetap berakar pada unsur-unsur lokal. (Kenny Santana)

Artikel ini pernah dimuat di Bravacasa Indonesia.

TOPICS:

Comments (0)

There are currently no comments

Send Your Comment

required

required (not published)

optional