BERBURU SAKURA DI SEOUL

Musim sakura selalu menjadi obyek wisata utama di Jepang atau Korea. Setiap musim semi, banyak wisatawan mengunjungi negara-negara tersebut untuk melihat bunga sakura mekar memberi nuansa merah muda pada birunya langit.  Berikut pengalaman saya berburu sakura di kota Seoul. (Kenny Santana)

Saat membeli tiket pesawat ke Seoul setahun sebelumnya, saya tidak berpikir akan dapat bertemu sakura, karena biasanya mereka mekar pada akhir Maret atau awal April sedangkan jadwal liburan kami dari pertengahan menuju penghujung April. Namun tampaknya dewi fortuna sedang berpihak pada saya dan teman yang ke Seoul, sakura ternyata masih ada dimana-mana pas kami tiba disana.

Kami segera mengerjakan PR untuk mencari lokasi terbaik di kota Seoul untuk menikmati sakura. Dari beberapa pencarian di Internet, yang paling populer dan banyak direkomendasikan adalah Yeouido, Namsan Park, Seokchon Lake, Kyung Hee University dan banyak lainnya. Karena keterbatasan waktu kami akhirnya memilih Yeouido dan Namsan Park yang berada di pusat kota.

Pada saat tertentu di puncak musim semi, di tempat-tempat ini diadakan festival pertunjukan musik, pameran foto, kembang api dan keriaan-keriaan lainnya. Sayang pada saat kami kesana, tidak ada festival yang sedang berlangsung. Tapi pengalaman kami tidak kalah indahnya.

 

Namsan Park

Taman luas diatas bukit, Namsan Park adalah persinggahan kami yang pertama. Dari hotel tempat menginap, Grand Hyatt, sakura di bukit ini sudah nampak dari balik jendela hotel. Karena jaraknya yang hanya sekitar 5 menit dengan taksi, pagi itu setelah sarapan, kami pun langsung bergegas kesana.

Sedikit masukan, selama di Seoul untuk menuju ke satu tujuan dengan taksi, mintalah concierge hotel untuk menuliskan destinasi dalam bahasa Korea karena hampir semua supir taksi disana tidak berbahasa Inggris. Tapi tetaplah perhatikan jalan sekitar. Biarpun membawa tulisan dalam bahasa Korea, kami nyaris nyasar saat menuju Namsan Park ini.

Supir mengira tujuan adalah ke N-Seoul Tower yang ada di ujung atas Namsan Park, padahal untuk menikmati sakura, taksi dapat berhenti di bagian bawah taman. Untungnya saat melihat warna bunga sakura yang begitu khas, kami langsung memberhentikan taksi untuk berjalan kaki ke puncak Namsan Park.

Namsan Park adalah taman luas dengan jalan setapak menuju ke atas bukit dimana pengunjung bisa kemudian naik ke N-Seoul Tower, menara tertinggi di Seoul. Sepanjang berjalan dan kemudian menaiki banyak anak tangga, pohon sakura ada di kanan kiri kami. Sungguh, warna merah muda di taman ini adalah salah satu hal terindah yang pernah saya saksikan. Hal yang biasanya cuma saya temukan di televisi atau majalah sekarang bisa saya saksikan dengan mata sendiri.

Bukan cuma wisatawan saja yang terkagum-kagum oleh cantiknya sakura tapi banyak terlihat juga penduduk Korea yang piknik, bersantai sambil membaca atau bahkan berolahraga pagi di taman ini. Memang taman ini begitu meneduhkan dengan banyaknya pohon rindang, meja-meja untuk makan, sampai tempat duduk untuk membaca. Bahkan di salah satu sisinya, sebelum meninggalkan Namsan Park, kami bahkan menemukan sudut taman yang memiliki perpustakaan mini terbuka bagi pengunjungnya.

 

Kembali ke sakura, keindahannya memang terbaik dinikmati dengan berjalan santai mengelilingi Namsan Park. Luangkan waktu sekitar 2-3 jam disini sehingga Anda tidak terburu-buru untuk kembali ke kesibukan kota Seoul. Suhu udara sekitar 20 derajat Celsius juga sempurna menemani kami seharian disini. Jangan lupa membawa makanan (mungkin bibimbap bento?) untuk kemudian disantap dengan berpiknik di salah satu sudutnya. Tentunya sambil dikelilingi cantiknya sakura.

Setelah melalui rimbunnya sakura, di salah satu bagian Namsan Park, terdapat viewing platform dimana pengunjung dapat memandangi kota Seoul dari ketinggian atas bukit sambil menghirup udara segar.

Sebelum meninggalkan Namsan Park terdapat jalan raya di depan taman yang menarik untuk dilalui karena sakura di kanan kiri. Tidak begitu banyak kendaraan yang melalui jalan ini, sehingga pengunjung dapat berjalan di trotoar sambil berfoto-foto di depan sederetan pohon sakura. Kesempatan mengambil gambar sakura dengan latar belakang N-Seoul Tower di jalan ini menjadi kenang-kenangan yang tak terlupakan!

 

Yeouido

Lokasi lain di pusat kota untuk menyaksikan sakura adalah Yeouido dekat stasiun subway National Assembly. Ada berbagai cara untuk menikmati indahnya sakura disini. Kebanyakan pengunjung berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang penuh dengan bunga sakura kemudian dilanjutkan berpiknik di padang rumput di sisi bawah jalan.

Kami sendiri memilih bersepeda dimulai dari Han River. Terdapat rental sepeda di salah satu pojokan Han River. Biaya sewa harganya sangat masuk akal, 3000 won (atau sekitar Rp. 25.000) per jam. Awalnya kami tidak langsung menuju ke lokasi utama sakura, tapi memilih untuk mengelilingi Han River terlebih dahulu dengan sepeda.

Pinggiran sungai memang seperti dibangun untuk memanjakan pengunjung yang ingin berjalan kaki, piknik, atau bersepeda. Jalan aspal mulus yang cukup lebar membuat pengalaman bersepeda jadi lebih mudah. Kami terus mengayuh pedal sepeda perlahan-lahan saja mengarah ke National Assembly dengan sungai Han pada sisi kiri. Tidak ada yang kami buru-buru sore itu…

Tiba di lokasi festival Sakura di Yeouido, jalan trotoar yang penuh dengan sakura (dan manusia!) ditutup untuk sepeda dan hanya dibuka untuk pejalan kaki. Kami pun memilih untuk menelusuri jalan sebelah trotoar yang mengijinkan masuk pengguna sepeda. Di sisi jalan ini dimana pohon-pohon sakura tumbuh di atas rerumputan, pengunjung yang terlihat kebanyakan orang Korea sendiri menggelar tikar untuk kemudian tidur sekedar leyeh-leyeh di bawah pohon sakura. Kenikmatan yang sederhana.

 

Dibandingkan dengan Namsan Park, pohon sakura disini terlihat lebih banyak dan memenuhi tiap inci jalan. Namun patut dicatat pengunjung disini termasuk wisatawannya jauh lebih banyak daripada di Namsan, sehingga kenyamanan sedikit berkurang. Kami menghabiskan waktu bersepeda mengelilingi area ini sampai puas dan kemudian kembali ke Han River untuk mengembalikan sepeda sewaan.

 

Jangan buru-buru meninggalkan Han River setelah selesai bersepeda. Jalan trotoar menuju subway juga lumayan dipenuhi sakura dan tidak seramai Yeouido tadi. Kami menemukan banyak pasangan berpacaran di bawah sakura, sambil menikmati arum manis atau snack gorengan yang dijajakan di pinggir jalan. Oh, indahnya dunia, atau lebih tepatnya, Korea.

Jika Anda memiliki waktu lebih dari saya, mungkin bisa menjelajahi lokasi-lokasi lain di Seoul atau kota lain di Korea untuk menyaksikan keindahan sakura-nya. Tunggu apa lagi, ayo rencanakan liburan penuh sakura dari sekarang!

 

Tips:

-       Sebelum membeli tiket pesawat, cek terlebih dahulu perkiraan mekarnya sakura di Seoul pada tahun tersebut. Pertengahan Maret - pertengahan April biasanya adalah waktu paling aman.

-       Argo taksi di Seoul sedikit lebih mahal daripada taksi di Jakarta tapi cukup terjangkau jika dibandingkan dengan Jepang. Travel berempat untuk menghemat pengeluaran budget taksi. Jika traveling sendiri gunakan transportasi umum. Rute subway di Seoul luas namun mudah digunakan jika memperhatikan petunjuk yang ada. Gunakan kartu T-Money untuk subway atau bus.

-       Untuk informasi mengenai tur di Seoul dan pemandu wisata gratis berbahasa Inggris, buka situs resmi Korea Tourism di english.visitkorea.or.kr

 

TOPICS:

Comments (0)

There are currently no comments

Send Your Comment

required

required (not published)

optional