PESONA DESA MOLA WAKATOBI

Ketika bicara soal Wakatobi, biasanya yang pertama kali terbayang adalah olahraga air snorkeling ataupun diving. Dengan 90% spesies karang dunia berada di Wakatobi, memang tidak dapat dipungkiri kalau kekayaan alam bawah laut menjadi sajian utama wisata Wakatobi. Tapi bukan hanya itu kekayaan area ini, kunjungan saya baru-baru ini ke Desa Wisata Mola yang dibangun oleh British Council Indonesia dan Bank Mandiri membuka mata bahwa Wakatobi juga punya sesuatu yang lain. (Kenny Santana)

Tur dan budaya yang beragam

Hal sehari-hari dalam kehidupan suku Bajo yang tinggal di 5 desa yakni Mola Utara, Mola Bahari, Mola Selatan, Mola Samaturu, dan Mola Samaturu ternyata dapat menjadi atraksi wisata yang menarik. Tur budaya berjalan kaki di perkampungan warga, perjalanan pagi melihat parade lumba-lumba, bersampan melalui rumah tancap, sampai membaca bintang dikemas rapi dengan pemandu lokal yang fasih karena telah dilatih oleh British Council dan Bank Mandiri. Seperti ingin membuktikan kalau proyek ini digarap sungguh-sungguh, pusat informasi turis dan laman Facebook Bajo Mola Tourism juga telah tersedia bagi yang tertarik mengetahui pilihan wisata lebih lanjut.

Sunset yang menawan

Kunjungi dermaga Desa Mola untuk mengikuti tur sampan yang dipandu oleh warga desa Mola sendiri. Perjalanan akan menyusuri desa bahari yang dibangun dari rumah-rumah tancap di perairan, melihat keramba tancap dan apung, ikut memancing, melintasi sekolah maritim dan mendengar cerita dibaliknya, sampai kemudian akan berakhir di petang hari ketika matahari terbenam dan keindahannya menjadi salah satu pesona Desa Mola yang pantang dilewatkan.

Time to go home. #Mola #Wakatobi #Sulawesi

A photo posted by KartuPos (@kartuposinsta) on Aug 7, 2015 at 6:01am PDT

Keramahan warga lokal

Selama mengikuti beragam tur dan kegiatan di Desa Mola, yang paling menonjol di perjalanan adalah warga lokal yang ramah menyapa. Saat kami belanja pisang goreng misalnya, kami diajak masuk ke dalam rumah sambil mengobrol dengan seluruh penghuninya. Begitu pula dengan anak-anak Mola yang setiap kali kami mengeluarkan kamera langsung siap untuk berpose atau ikut selfie. Klik! Dan senyum mereka menjadi kenangan yang tidak terlupakan.

Wajah bahagia anak-anak Indonesia. #Mola #Wakatobi #Indonesia

A photo posted by KartuPos (@kartuposinsta) on Aug 20, 2015 at 8:26am PDT

Kuliner yang menggoda

Dari kasuami, makanan pokok Wakatobi dari parutan singkong yang biasa disajikan dengan ikan bakar, perangi alias sashimi ala wakatobi dari daging ikan karang mentah yang dicampur dengan jeruk nipis, sampai pogollu, makanan penutup dari rebusan kacang merah yang dicampur dengan gula merah dan adonan sagu lokal, Wakatobi menawarkan kuliner yang menggugah selera makan.

Potret sebuah kebangkitan

Bagi saya pribadi yang sangat mengesankan melihat Desa Wisata Mola ini adalah kerja sama para warganya. Bersama-sama mereka membangun Mola menjadi kawasan wisata melalui pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh British Council dan Bank Mandiri. Kegigihan dan ketulusan dari dalam hati terlihat jelas saat mereka menjadi pemandu menjelaskan sungguh-sungguh apa yang ditawarkan rumah mereka selama ini kepada tiap pengunjungnya.

Di akhir tur mereka tidak lupa menyampaikan pesan untuk mengabarkan cerita soal Mola ke teman-teman sambil mengingatkan kalau 65% dari pemasukan wisata akan digunakan untuk pelatihan program ini kembali. Di Mola saya bangga melihat bangsa saya yang ingin mengubah cerita hidupnya menjadi lebih baik.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Desa Wisata Mola, kunjungi laman Facebook Bajo Mola Tourism atau melalui telpon 0852-3959-0350 dan email [email protected]

TOPICS:

Comments (0)

There are currently no comments

Send Your Comment

required

required (not published)

optional